Sukses

Sensasi Berjalan di Persimpangan Shibuya Crossing

Liputan6.com, Jakarta Sore itu hujan rintik-rintik saat Liputan6.com tiba di Shibuya. Namun, seperti biasa, salah satu distrik pusat perbelanjaan terkenal di Tokyo itu, tetap ramai, sangat ramai bahkan.

Orang-orang sibuk berlalu lalang, mulai anak-anak mulai remaja, dewasa, hingga orang tua. Mereka kebanyakan menggunakan payung, meski ada juga yang mengenakan jas hujan.

Hujan memang tak mampu menghentikan Shibuya yang selalu sibuk. Orang-orang berjalan menuju tujuan masing-masing tanpa terganggu dengan butiran-butiran air yang jatuh dari langit itu.

Mengunjungi Jepang, cobalah untuk menikmati sensasimelewati persimpangan Shibuya Crossing.  (Liputan6.com/Edu Krisnadefa)

Jumlah orang-orang itu jadi terlihat semakin banyak, ribuan, puluhan ribu bahkan, saat ramai-ramai berhenti di persimpangan. Mereka menunggu traffic light berganti warna hijau untuk melanjutkan perjalanan, melintasi persimpangan.

Dan, saat traffic light berganti warna hijau terciptalah pemandangan yang menakjubkan. Dari berbagai arah, orang-orang menyemut di tengah persimpangan memilih arahnya masing-masing.

Tak pelak, persimpangan jalan pun berubah jadi lautan manusia. Anehnya, tak satu pun dari mereka salah memilih arah jalan.

Mungkin karena orang-orang Tokyo sudah terbiasa berjalan di tengah keramaian. Selain itu, orang Jepang juga dikenal sangat sopan sehingga "prosesi" menyeberang jalan lautan manusia itu pun berlangsung lancar. Selalu begitu.

 

1 dari 2 halaman

Shibuya Crossing

Shibuya Crossing atau persimpangan Shibuya memang sudah lama dikenal sebagai tempat penyeberangan pejalan kaki paling sibuk di Jepang, bahkan di dunia.

Setiap tak lebih dari dua menit, sekitar 30 ribu orang menyeberangi persimpangan dengan lima arah ini. Total, per harinya, Shibuya Crossing diseberangi lebih dari 1 juta orang!

Untuk wisatawan asing, merupakan sebuah sensasi tersendiri menyaksikan lautan manusia menyeberangi persimpangan dalam saat bersamaan. Bahkan, ada beberapa yang dengan sengaja berhenti di tengah persimpangan untuk sekadar selfie ria.

Ada juga yang hanya menyaksikan lautan orang menyeberangi Shibuya Crossing dari kejauhan. Sebagian lagi menyempatkan diri naik ke lantai dua gedung atau kedai kopi di sekitar Shibuya Crossing. Dari sana, mereka kemudian mengambil gambar lautan manusia yang tengah menyeberang.

Banyak hal yang membuat Shibuya jadi begitu banyak dikunjungi orang. Salah satunya, lantaran Shibuya merupakan salah satu kawasan belanja favorit di Tokyo. Selain itu, stasiun kereta api Shibuya juga dikenal sebagai yang tersibuk di Jepang.

Hal menarik lainnya dari Shibuya Crossing adalah adanya lima layar iklan raksasa di sekitar persimpangan. Saat malam datang, lampu-lampu dan pantulan cahaya dari iklan-iklan di lima layar raksasa itu membuat pemandangan langit Shibuya bertambah cantik.

Tak heran, Shibuya Crossing disebut-sebut sebagai salah satu lokasi pemotretran favorit di Tokyo. Bahkan, beberapa film terkenal Hollywood juga sempat mengambil gambar di kawasan ini. Sebut saja Lost in Translation, The Fast and the Furious: Tokyo Drift, serta Resident Evil: Retribution.

Jadi, jika Anda berksempatan liburan di Tokyo, cobalah rasakan sensasi melewati persimpangan Shibuya Crossing.