Sukses

4 Kesalahan Umum yang Kerap Terjadi pada Perusahaan Startup

Liputan6.com, Jakarta Keuntungan besar yang didapat dari berbisnis memang menggiurkan dan membuat seseorang beralih dari pekerjaan lama sebagai pegawai. Tak heran, semakin banyak perusahaan baru atau startup yang bermunculan.

Dalam memajukan perusahaan startup tersebut, strategi marketing tentu menjadi salah satu tonggak penting. Namun tak jarang para pebisnis startup tersebut jatuh dalam beberapa kesalahan marketing karena “terlalu” bersemangat menjalankan perusahaan startup yang mereka miliki.

Melansir halaman Forbes pada Rabu (31/1/18), berikut ini adalah 4 kesalahan marketing yang umum dilakukan oleh perusahaan startup.

Merekrut staf marketing in-house

Investasi pada perekrutan karyawan memang berguna pada masa pengembangan perusahaan. Namun, kalkulasikan secara jelas berapa biaya yang diperlukan untuk hal tersebut serta pikirkan pekerjaan apa saja yang memang memerlukan karyawan in-house. Untuk marketing pada tahap awal, akan lebih efektif untuk menggunakan jasa agen marketing eksternal yang sudah memiliki pengalaman. Hal ini akan lebih hemat karena mempekerjakan karyawan-karyawan in-house yang andal membutuhkan pembayaran gaji yang sangat besar.

 

1 dari 3 halaman

Tidak membuat website

Ilustrasi Foto Bekerja di Kantor (iStockphoto)

Di era teknologi informasi seperti saat ini, salah besar jika Anda tak membuat website perusahaan. Orang-orang masa kini dominan mencari informasi di dunia maya. Lewat website, Anda bisa mempromosikan barang atau jasa yang Anda tawarkan sekaligus memperkenalkan perusahaan startup Anda pada masyarakat luas. Pastikan juga Anda serius dalam hal Search Engine Optimization (SEO) agar website perusahaan Anda lebih mudah ditemukan oleh para peselancar internet.

Tak mengevaluasi strategi

Menjalankan kegiatan marketing memang penting. Namun, tak kalah penting untuk mengevaluasi strategi marketing tersebut. Jangan pula terjebak dengan perihal cara pemasaran itu sendiri. Evaluasi juga apakah perusahaan startup Anda telah menyasar target yang sesuai dengan barang atau jasa yang Anda tawarkan.

 

2 dari 3 halaman

Terlalu fokus pada kompetitor

Ilustrasi Foto Bekerja di Kantor (iStockphoto)

Dalam semua bidang bisnis akan selalu ada kompetitor. Akan tetapi, jangan sampai terjebak dengan pola pikir untuk mengalahkan para pesaing. Pola pikir tersebut bisa menjerumuskan Anda untuk mengambil langkah serupa dalam level yang berbeda, misalnya membuat produk yang sama namun dengan harga lebih murah. Hal ini tak selalu menjadi solusi untuk memajukan perusahaan startup milik Anda, bahkan bisa menjatuhkannya. Pelajari strategi marketing kompetitor dan buat inovasi yang lebih baik.

Bio In God Bless

Artikel Selanjutnya
Top 3: Miliarder AS Lakukan Hal Tak Terduga buat Gulingkan Trump
Artikel Selanjutnya
Ups, 3 Aplikasi Ini Ternyata Bikin Baterai Smartphone Boros