Sukses

5 Tipe Karyawan yang Rawan Dipecat dan Merusak Jenjang Karier

Liputan6.com, Jakarta Jadi karyawan kantor harus betul-betul serius agar tak dipecat dari pekerjaan yang digeluti. Serius di sini artinya mengerjakan semua tugas yang diberikan, juga bersikap baik di perusahaan. Jangan kira hanya kinerja yang buruk yang membuat kita bisa dipecat dan merusak jenjang karier.

Etika yang jauh dari norma juga bisa membuat kita kelimpungan cari pekerjaan baru lantaran terkena pemutusan hubungan kerja. Pasti tidak mau bukan terkena nasib sial seperti ini? Siapa sih yang mau dipecat dan karier hancur seketika?

Masalahnya, banyak yang tidak sadar bahwa dirinya adalah tipe pekerja yang rawan dipecat perusahaan. Atau setidaknya memiliki karier yang tersendat. Disangka baik-baik saja, namun ternyata karakternya tidak disukai oleh perusahaan.

Berikut ini 5 tipe pekerja yang rawan dipecat dari pekerjaan menurut DuitPintar.com:

1. Tipe robot

Tahu bagaimana cara robot bertindak? Semuanya serba sesuai dengan pengaturan. Kalau diprogram jalan ke depan, ya dia jalan maju meski di depannya ada lubang. Tidak ada inisiatif, tidak ada motivasi, tidak ada rencana dan gagasan.

Biasanya, pekerja seperti ini merasa kerja sebagai rutinitas biasa. Yang penting masuk, mengerjakan tugas, istirahat makan siang, pulang. Saat meeting, diam tak bersuara. Baru bicara kalau ditanya. 

 

1 dari 3 halaman

2. Tipe pahlawan kesiangan

ilustrasi Foto Wanita Karir (iStockphoto)

Tipe yang satu ini kebalikan dari tipe robot. Pahlawan kesiangan rela melakukan apa pun demi si bos. Kata “bos” di sini perlu ditekankan. Semestinya, pekerja bekerja untuk perusahaan. Kalau fokusnya adalah atasan, jatuhnya malah mungkin jadi penjilat. Atasan mungkin awalnya suka, tapi lama-lama bisa risih dan menganggapnya pahlawan kesiangan yang mau terlihat menonjol. Selanjutnya, tahu sendiri akibatnya. Jangan heran kalau akhirnya dipecat dari pekerjaan.

3. Tipe hantu

Nah, kalau yang ini mirip dengan tipe robot. Bedanya, pekerja tipe hantu maunya tidak kelihatan di tempat kerja. Jarang bertegur sapa, kalau makan siang sendirian. Kalau sikapnya begitu, bagaimana bisa dinilai kinerjanya dalam soal kerja sama? Jangankan kerja sama, inginnya malah buru-buru pulang. Lama-lama malah diantar ke pintu keluar sama bos, tapi tidak boleh balik lagi.

 

2 dari 3 halaman

4. Tipe badut

Ilustrasi Wanita Karir (iStockphoto)

Pekerja tipe badut sukanya bercanda melulu di kantor. Boleh saja hobi bergurau dan iseng, tapi harus tahu situasi. Pekerjaan harus tuntas dengan hasil memuaskan. Selain itu, lihat situasi saat mau jahil. Kalau saat meeting serius tapi malah jadi badut bisa membuat atasan naik pitam.

5. Tipe lambat berpikir

Betul, belajar itu tidak kenal waktu dan tempat. Tapi orang tidak bisa selamanya jadi pelajar. Suatu saat pasti harus lulus dan justru membagikan pengetahuan yang ia punya ke orang lain. Masalahnya, ada pekerja tipe lemot yang kompetensinya mentok di satu titik saja. Bilangnya masih belajar, padahal sudah lima tahun kerja di bagian itu. Di kampus, mahasiswa yang tidak lulus-lulus sampai semester 12 saja bisa dikeluarkan. Apalagi pekerja tipe lemot yang alasannya “belajar” melulu. Wajar kalau suatu saat nanti dipecat dari pekerjaan.

 

Artikel Selanjutnya
Top 3: Anak Perusahaan Pertamina Buka Lowongan Kerja
Artikel Selanjutnya
4 Manfaat Bangun Bisnis bagi Generasi Milenial, Apa Saja?