Sukses

SUQMA Optimistis Penuhi Kebutuhan Busana Muslim Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Busana muslim di Indonesia berkembang cukup pesat setiap tahunnya. Kebutuhan akan busana muslim Indonesia cukup besar, mengingat 85 persen penduduk di Indonesia beragama muslim. Untuk itu, salah satu e-commerce Muslimarket meluncurkan brand SUQMA di Rumah Maroko, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Menurut CEO SUQMA, Reil Tasmaya, Indonesia memiliki pasar yang besar untuk busana muslim. Ditambah lagi, SUQMA memiliki komitmen untuk meningkatkan eksistensi industri fashion muslim di Indonesia dan dapat bersaing ke jenjang pasar Internasional.

"Indonesia itu punya banyak talent yang kreatif dan partner profesional yang memproduksi brand-brand ternama, seperti Uniqlo, H&M, dan lain lain. Jadi, sayang kalau tidak berdayakan," ujar Riel dalam konferensi pers peluncuran brand SUQMA di Menteng, Jakarta Pusat.

Berbeda dengan brand fashion muslim lainnya yang kebanyakan dijual di butik, SUQMA diproduksi secara industri dan dijual secara masif. Dengan begitu, semua orang--terutama wanita--dapat dengan mudah menggunakan brand ini. Nama SUQMA sendiri memiliki arti 'soul'. Riel sendiri berharap bahwa merek ini punya jiwanya sendiri.

Riel menggandeng Jenahara Nasution untuk menjadi creative director dari SUQMA. Padahal rancangan busana Jenahara identik dengan monochromatic, sedangkan warna yang diusung oleh SUQMA adalah warna pastel.

"Ini sebuah tantangan bagi saya untuk bisa buat dengan warna pastel. Tapi saya cukup senang untuk bisa bergabung. Yang jelas saya berusaha mengaktualisasikan diri melalui koleksi ini sebagai seorang perempuan," kata Jenahara.

Jenahara menambahkan, koleksi rancangannya kali ini ingin menguatkan sisi wanita yang ingin terlihat anggun, cantik, tapi tetap elegan. Oleh karena itu, ia sering mendapatkan inspirasi dari orang-orang yang ia temui. Jadi, ia bisa memahami karakter dan kebutuhan perempuan yang berbeda-beda dan koleksi busananya ini dapat memfasilitasi karakter dan kebutuhan tersebut.

1 dari 2 halaman

Koleksi bertema Maroko

Pada peluncuran SUQMA ini mengusung koleksi terbaru bertajuk "DJELLABA". Koleksi ini mengangkat tema Maroko yang terinspirasi dari pakaian tradisional masyarakat Maroko, yaitu pakaian panjang, longgar, dan berlengan panjang. Pakaian ini dapat digunakan untuk sehari-hari di musim panas dan musim dingin.

Detail yang terdapat pada koleksi ini terinspirasi kekayaan seni dari Maroko, teko teh, motif pada arsitektur, keramik, anyaman, serta bordir pada karya seninya.

Untuk bisa bertahan di tengah persaingan yang ketat, SUQMA memiliki strategi tersendiri, yakni kreativitas yang harus ditingkatkan dan kolaborasi dengan banyak designer muda.

Artikel Selanjutnya
Wonderful Indonesia Festival 2017 Siap Digelar
Artikel Selanjutnya
Jimly Asshiddiqie Minta Semua Masjid Berdakwah soal Ekonomi