Sukses

4 Alasan yang Salah untuk Lembur di Kantor

Liputan6.com, Jakarta Kerja lembur bagi sebagian orang adalah bagian dari rutinitas. Namun tidak semua rutinitas adalah hal yang baik, terutama bila berkaitan dengan kebiasaan lembur. Di mata beberapa orang, mereka yang sering lembur memang bakal dinilai sebagai pekerja keras. Bahkan dikira akan menerima banyak uang karena sering mendapat uang lemburan.

Tapi tidak semua orang yang punya hobi kerja lembur itu adalah seorang workaholic. Bisa jadi mereka menggunakan alasan yang salah. Anda termasuk orang yang sering lembur? Coba lihat apakah alasan-alasan berikut ini yang menjadi penyebabnya. Kalau iya, tandanya ada yang mesti diperbaiki. Dikutip dari DuitPintar.com, berikut ini empat alasan yang salah untuk kerja lembur.

1. Tak bisa menyelesaikan tugas hari itu

Tugas hari ini ya harus selesai hari ini juga. Kalau Anda sampai lembur hanya untuk menyelesaikannya, artinya Anda punya masalah.Manajemen waktu yang baik mutlak diperlukan agar terhindar dari alasan yang salah untuk lembur ini. Ingat, Anda tidak akan mendapat uang kompensasi kalau lembur karena pekerjaan yang belum selesai. Malah Anda rugi waktu dan biaya

2. Sering datang terlambat

Sejumlah perusahaan menerapkan jam kerja fleksibel, asalkan delapan jam. Bila pegawai datang pukul 09.00, padahal jam kerja dimulai pukul 08.00, tidak masalah. Syaratnya, jam pulang juga harus mundur. Kalau Anda kerja di tempat seperti itu, bukan lantas bisa sering-sering datang terlambat. Waktu lembur yang “terpaksa” itu akan dicatat perusahaan. Perusahaan tentunya punya aturan kedisiplinan meski fleksibel. Kalau harus masuk pukul 08.00, ya patuhi. Bila memberlakukan jam kerja sembarangan, siap-siap dipanggil HRD untuk diberi “surat cinta”.

 

1 dari 2 halaman

3. Menyelesaikan tugas rekan kerja

Bantu teman memang boleh, tapi kalau sampai harus mengerjakan tugas yang harusnya jadi tanggung jawab rekan kerja yang lain. Anda juga punya pekerjaan sendiri buat esok hari, bukan? Alasan yang salah untuk lembur ini biasanya dipakai para kaum Adam yang punya gebetan di kantor.

4. Mengincar uang kompensasi lembur saja

Ini juga alasan yang salah. Memang, berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan, kita berhak mendapat uang lembur. Namun bukan lantas kita mesti lembur setiap hari untuk menambah penghasilan. Perusahaan tidak hanya melihat jam kerja saat menghitung uang kompensasi lembur. Hasil kerja juga menjadi bahan pertimbangan. Kalau asal kerja lembur tanpa kinerja memadai, jangan harap perusahaan bakal memberi kompensasi. Salah-salah malah kena tegur lantaran dianggap kerja bodong. Kalau mau dapat uang tambahan, lebih baik cari kerja part-time. Bisa juga buka bisnis sampingan. Siapa tahu malah bisnis sampingannya jadi sukses dan justru mendatangkan lebih banyak penghasilan daripada pekerjaan utama.

Artikel Selanjutnya
Top 3: Lowongan Kerja di Lombok, Semarang dan Denpasar
Artikel Selanjutnya
Top 3: 7 Cara Cepat Kaya pada 2018