Sukses

Sinergi Pentahelix Jadi Jurus Kemenpar Bangun Wisata Kuliner

Liputan6.com, Jakarta Sinergi pentahelix antara Academician, Business, Community, Government, dan Media (ABCGM) yang digaungkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai menuai hasil. Salah satu bukti keberhasilan tersebut terjadi di ajang pameran makanan dan minuman internasional terbesar di Indonesia, SIALInterfood.

Pameran yang digawangi berbagai perkumpulan, mulai dari Asosiasi Chefs Profesional (ACP), Indonesia Chefs Assosiation (ICA), hingga perkumpulan Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI) ini menampilkan beragam demo masak dan lomba masak masakan Indonesia yang bertujuan mempromosikan kuliner Indonesia.

Menurut informasi yang diterima Liputan6.com, Kamis (23/11/2017), pameran SIALInterfood sendiri diramaikan oleh 800 peserta dari 35 negara yang 50 persen booth diisi peserta dari luar negeri. Dibanding tahun lalu, jumlah peserta tahun ini meningkat 25 persen. Terkait penyelenggaraan pameran ini, Vita Datau Messakh, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner Kemenpar yang juga Ketua Akademi Gastronomi kepada Liputan6.com mengatakan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, masukan yang bermanfaat akan hadir dalam upaya pengembangan destinasi wisata kuliner dan belanja di Indonesia.

“Rasa memiliki Indonesia itu jadi pendorong utama banyak pihak untuk mau bergerak dengan hati. Contoh yang nyata itu munculnya pasar-pasar mingguan yang digagas anak muda Generasi Pesona Indonesia, antara lain kayak pasar Keretan Raja Pendapa di Kendal, hingga Pasar Pancingan Bilenbate di Lombok,” ungkap Vita.

Pasar-pasar tradisional tersebut, menurut Vita, menjadi salah satu aksi nyata untuk menciptakan destinasi baru kuliner dan belanda, yang secara bersamaan mengangkat kearifan lokal dalam kemasanan kekinian.

“Kerjasama kami dengan pelaku industri dan asosiasi sudah banyak dilakukan, misal melalui acara Wonderful Indonesia Culinary and Shopping, bekerjasama dengan Aosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, yang 2017 ini masuk tahun ke-2, lalu dengan HIPPINDO (Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia) di acara Hari Belanja Diskon Indonesia, sampai kali ini bekerjasama dengan Krista Media untuk acara SIALInterfood,” ungkap Vita.

Bukan hanya di arena pameran, sinergi pentahelix juga terjadi di Forum Gastronomi yang digagas Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) bekerjasama dengan Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar. Mengusung tema besar “Peran Otentisitas dan Higienitas dalam Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanda di Indonesia”, forum ini merupakan upaya untuk mendukung pengembangan destinasi wisata kuliner dan belanja di Indonesia.

 

1 dari 2 halaman

Masukan Pihak Swasta dan Pelaku Bisnis

Menurut Vita, pelibatan swasta dan asosiasi dalam upaya pengembangan wisata kuliner dan belanja di Indonesia memang kerap dilakukan Kemenpar. Hanya saja di bawah kepemimpinan Arief Yahya, swasta dan asosiasi selalu dilibatkan sebagai mediator dan integrator yang diambil langsung dari unsur pentahelix.

“Itu penting, sehingga informasi yang didapat pemerintah lebih akurat, langsung dari sumbernya. Era digital juga membantuk di mana kritik-kritik terbuka terhadap pemerintah akan lebih tajam,” jelas Vita.

Sementara itu, di tempat terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, saat ini memang diperlukan kerja cepat dan pintar. Salah satu upaya yang dilakukan untuk itu adalah bersinergi, mendukung yang sudah ada dan baik, mendorong kreativitas anak muda untuk mencipta hal-hal baru yang sesuai perkembangan zaman.

“Intinya kita harus mendukung semua unsur yang kondusif memajukan pariwisata Indoneisia,” ungkap Arief Yahya.

Artikel Selanjutnya
Kuliner Khas di Makassar Culinary Night Siap Menggoyang Lidah
Artikel Selanjutnya
Perusahaan Tambang di Morotai Ingin Kembangkan Pariwisata