Sukses

Bangganya Belgia punya Kentang Goreng Legendaris

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang suka dengan kentang goreng? Olahan kentang yang satu ini menjadi favorit banyak orang untuk dijadikan camilan. Anda dapat dengan mudah mendapatkan kentang di supermarket atau restoran cepat saji. Biasanya kentang goreng terkenal dengan sebutan french fries. Tapi tahukah Anda akan kentang goreng Belgia?

Duta Besar Belgia untuk Indonesia Patrick Herman memperkenalkan kentang goreng Belgia dalam press conference yang digelar di kediamannya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada Senin (20/11/2017). Ia mengatakan bahwa kentang goreng Belgia merupakan warisan budaya Belgia yang patut dilestarikan.

"Terdapat banyak budaya yang meliputi kentang goreng itu sendiri di Belgia, seperti kedai makanannya, cara kita makan dengan bungkus kertas. Dulu memakai koran sekarang sudah memakai kertas. Bagaimana kita menggunakan saus yang beragam untuk menyantap kentang goreng, bagaimana orang memakan kentang goreng ini di stasiun kereta, di pasar, dalam pertandingan sepak bola, dalam perjalanan mereka," ujar Patrick Herman, Duta Besar Belgia untuk Indonesia.

Belgia memiliki satu budaya memakan kentang goreng bernama fritkot. Budaya ini menjadikan kentang goreng sangat populer. Kemudian muncul dalam bentuk kedai, fritkot setia hadir 24 jam untuk memenuhi hasrat penggemarnya menyantap kentang goreng

Dalam pengolahannya, kentang goreng Belgia digoreng dua kali kemudian dibungkus dengan kertas layaknya kacang rebus di Indonesia. Beragam macam saus dapat ditambahkan di atas kentang goreng, seperti mayonaise, curry sauce, tar tar sauce, dan masih banyak lagi.

1 dari 2 halaman

Cintanya Belgia dengan kentang goreng

Cinta menjadi kata yang diungkapkan Patrick untuk menggambarkan eratnya hubungan kentang dengan Belgia. Masyarakat Belgia seakan tak bisa hidup tanpa kentang. Pada zaman perang, kentanglah yang menyelamatkan Irlandia dari bencana kelaparan. Dan kini, kentang goreng Belgia layaknya gorengan di Indonesia, yang dapat dengan mudahnya dijumpai dan menjadi kegemaran masyarakat Belgia. 

"Jika dibandingkan dengan Indonesia yang memiliki beragam makanan juga, kentang yang disandingkan dengan nasi, akan berdampingan dengan baik," ujar Patrick Herman

Kentang goreng Belgia sendiri sudah diakui dan sudah masuk ke dalam daftar warisan budaya oleh UNESCO pada 2017. Terdapat lima eksportir yang siap memperkenalkan kentang goreng ini di Asia Tenggara dengan mengikuti Salon International de l'Alimentation (SIAL) Interfood 2017 pada 22-25 November 2017 di JIEXPO Kemayoran Jakarta.

Artikel Selanjutnya
Bolt: Saya Suka MU karena Nistelrooy
Artikel Selanjutnya
Rendang dan Sambal Temani Michelle Ziudith di Barcelona