Sukses

Ribuan Penikmat Kopi Tumplek di Wonderful Batam Fiesta Coffee

Liputan6.com, Batam Wonderful Batam Fiesta Coffee & Masakan Nusantara di Kepri Mall, 10-12 November 2017, benar-benar heboh. Selama tiga hari, 1000 wisatawan domestik serta 200 wisatawan asing dibuat ketagihan kopi yang dibuat barista-barista Batam. Menikmati kopi di Batam, bagi mereka sudah menjadi bagian dari sensasi amenitas yang kuat di border area.
 
"Kalau soal kopi sih kita jagonya. Karena itu kopi harus selalu dipopulerkan sebagai minuman dari hasil bumi Indonesia yang khas,” Kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Pebrialin, Minggu (12/11)
 
Wajar jika kegiatan yang diinisiasi Perkumpulan Hotel Non Bintang Indonesia (PHNBI) tersebut langsung menciptakan crowd yang tidak sedikit. Tua-muda, laki-laki, perempuan, semuanya sampai rela antre di Kepri Mall. 
 
“Meskipun Batam bukan daerah penghasil kopi tetapi masyarakatnya sangat kreatif dalam mengolah kopi. Cerminannya bisa dilihat di Wonderful Batam Fiesta Coffee & Masakan Nusantara. Terimakasih untuk Kementerian Pariwisata yang sudah mendukung acara tadi,” katanya.
 
Kemenpar memang ikutan action mendukung acara tersebut. Tujuan Kemenpar jelas. Kemenpar ingin ambil bagian mempromosikan kopi sebagai salah satu keunggulan kuliner Indonesia.
 
“Ini namanya pintar membaca peluang. Terlebih lagi Batam merupakan daerah yang memiliki kesamaan budaya dengan Malaysia dan Singapura. Dan budaya ngopi sudah menjadi bagian dari orang melayu di sana,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Pameran, Diana Tikupasang.
 
Kebetulan, kopi sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat di berbagai belahan dunia. Minuman yang mengandung kafein tinggi ini menjadi nomor dua yang paling banyak dikonsumsi masyarakat dunia setelah air putih. Hitam dan pahitnya terasa menenangkan. 
 
Dan Indonesia memiliki banyak jenis kopi yang tersebar di seluruh nusantara. Dari mulai Kopi Toraja Sulawesi, Kopi Gayo Aceh, Kopi Amugme Papua, Kopi Mandailing, Kopi Jawa, Kopi Lampung, hingga Kopi Luwak, semua ada di Indonesia.  
 
“Bahkan di Jepang Kopi Toraja dianggap sebagai barang mewah. Sekitar 40 persen kopi yang beredar di Jepang adalah kopi Toraja dan rata-rata penikmatnya berasal dari kalangan high end. Ini yang akan terus diangkat. Pokoknya kalau ingat kopi ingat Indonesia," tambahnya.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sepakat dengan Esthy. Bagi Arief, keragaman kopi nusantara adalah kekuatan yang luar biasa karena bisa didorong menjadi kekuatan atraksi pariwisata Indonesia. ”Kopi Indonesia sudah sangat bagus. Pilih channel yang tepat, bikin event yang mendunia, pilih endorser dengan dibarengi gerai-gerai berkelas," imbaunya.
 
Wonderful Batam Fiesta Coffee & Masakan Nusantara di Kepri Mall menghadirkan kopi-kopi terbaik yang ada di Indonesia. Dari mulai Kopi Gayo, Kopi Medan, Kopi Toraja, hingga Kopi Papua, semuanya ditampilkan.
 
Pengunjung bahkan bisa mencicipi kopi yang mereka inginkan dan membelinya dengan harga spesial selama festival berlangsung. Beberapa acara yang digelar di Kepri Mall kota Batam itu di antaranya pameran kopi, barista competition, manual brewing competition,community gathering  dan festival masakan nusantara.
 
(*)
Artikel Selanjutnya
RI Raih Juara 3 di Festival Musik Tradisional Uzbekistan
Artikel Selanjutnya
Jelang F8, Pantai Losari Makassar Bersolek