Sukses

5 Anggaran yang Harus Disiapkan Bila Tinggal di Apartemen

Liputan6.com, Jakarta Apartemen masih jadi pilihan populer sebagai tempat tinggal, terutama di wilayah kota besar. Harganya terbilang lebih murah ketimbang rumah, apalagi harga tanah semakin tinggi. Meski begitu, ada yang bilang harga apartemen murah, tapi biaya hidupnya cukup mahal.

Pendapat itu tentunya tak bisa diamini begitu saja. Pertama, penilaian soal murah-mahalnya suatu biaya bisa berbeda-beda tergantung kemampuan finansial seseorang. Kedua, biaya saat hidup di apartemen yang satu sangat mungkin berbeda dengan biaya di apartemen lainnya. Sebab pengelola apartemen bukan satu pihak saja. Kecuali memang didirikan oleh perusahaan yang sama.Namun, secara umum, faktor biaya yang muncul saat tinggal di apartemen bisa dibilang serupa.

Menurut DuitPintar.com, berikut beberapa komponen biaya yang harus diperhatikan.

1. Iuran pengelolaan

Biaya ini digunakan untuk membiayai kegiatan operasional apartemen. Misalnya untuk membayar pegawai kebersihan. Besarannya dihitung berdasarkan luas meter persegi unit yang ditempati.Makin besar unit, makin besar ongkosnya. Di Jakarta, biaya pengelolaan apartemen rata-rata sekitar Rp 10-15 ribu per meter persegi. Bila luas unit apartemen 30 meter persegi, misalnya, berarti biayanya bisa sampai Rp 450 ribu. Ada pengelola yang menarik biaya ini per bulan, per tiga bulan, atau per tahun.

2. Sinking fund

Biaya ini mirip dengan iuran pengelolaan. Bedanya adalah uang yang kita keluarkan digunakan untuk memelihara dan memperbaiki fasilitas di apartemen, seperti lift, saluran air, sampah, serta jaringan listrik. Besaran biaya sinking fund juga berbeda-beda. Kisarannya 10-15 persen dari biaya anggaran, tergantung kebijakan pengelola apartemen dan tentunya fasilitas yang disediakan. Meski tidak ada kerusakan, biaya ini tetap ditarik sebagai antisipasi.

 

1 dari 3 halaman

3. Air dan listrik

Biaya air dan listrik berbeda dengan biaya perawatan saluran air dan jaringan listrik ya. Biaya ini khusus untuk konsumsi air dan listrik secara bulanan. Tarif dasar listrik apartemen lebih tinggi daripada rumah tapak karena termasuk bangunan komersial. Tarif dasar air juga begitu. Makanya, secara umum biaya air dan listrik apartemen lebih besar.

4. Parkir

Biaya parkir berbeda-beda di setiap apartemen. Ada yang gratis untuk mobil atau sepeda motor pertama, dan bayar untuk kendaraan selanjutnya. Ada pula yang bayar untuk semua kendaraan.Biasanya biaya ini ditarik secara bulanan. Tapi tarifnya tetap lebih murah ketimbang parkir yang dihitung per jam.

2 dari 3 halaman

5. Renovasi dan dekorasi

Sejumlah apartemen juga mengenakan biaya renovasi dan dekorasi. Biaya ini juga disebut sebagai fitting out. Penghuni apartemen kerap mengeluhkan adanya biaya ini. Sebab, saat hendak mengubah atau mengisi unit apartemen, harus bayar ke pengelola. Saat mau pasang kitchen set, misalnya, ada ongkos tersendiri.

Begitu pula saat mau mengecat dinding. Bahkan ada apartemen yang mewajibkan biaya pemasangan cermin juga. Penghuni harus melapor dulu bila mau merenovasi atau mendekorasi hunian. Bila tidak lapor, bisa terkena denda dan proyek dihentikan kalau ketahuan. Selain itu, ada biaya deposit yang harus dilunasi.

Biaya ini sebagai jaga-jaga kalau proyek menimbulkan kerusakan di bagian lain. Atau proyek molor dari rencana semula.Bukan rahasia lagi bahwa biaya hidup di apartemen relatif lebih tinggi ketimbang di rumah tapak. Bandingkan dengan biaya bersama yang dikenakan di rumah tapak. Paling hanya iuran sampah dan keamanan. Yang pasti, tidak ada biaya tambahan kalau mau pasang cermin.

Meski begitu, apartemen tetaplah jadi primadona. Sebab, harga unitnya masih relatif lebih murah. Selain itu, lokasinya umumnya lebih dekat dengan pusat kota, sehingga menghemat ongkos perjalanan. Setiap hunian punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kitalah yang menentukan mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Artikel Selanjutnya
Mengenal Service Charge Apartemen yang Wajib Dibayar Penghuni
Artikel Selanjutnya
Apartemen Jadi Solusi Hunian Bagi Muda Mudi