Sukses

Arief Yahya Banjir Ucapan Selamat Setelah Raih Dive Travel Award

Liputan6.com, London Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mendapat kejutan spesial saat menghadiri World Travel Market di London, Inggris. Dirinya menerima penghargaan Dive Travel Award 2017.

Berbagai kalangan pun memberi ucapan selamat , baik secara langsung maupun melalui media sosial. Bahkan, host kenamaan CNN International, Richard Quest, yang dikenal paling atraktif membawakan tema-tema pariwisata dunia pun ikut memberikan ucapan selamat.

Di media sosial, ucapan selamat juga mengalir. Dalam foto yang diunggah oleh akun instagram @kemenpar, netizen langsung mengucapkan selamat. Akun @ardhikurdi, misalnya. Ia mengatakan bahwa Indonesia memang layak disebut sebagai negara besar.

"Negara ini layak dibilang negara besar karena memiliki hal yang bisa membuat bangga!" tulisnya.

Akun @violinocarina mengatakan, dengan penghargaan ini diharapkan dapat membuat masyarakat Indonesia semakin sadar wisata dengan ikut menjaga alam dan budaya.

"Setelah menyabet juara, dan dunia tahu bahwa Indonesia punya spot diving yang bagus, selanjutnya perlu dukungan semua pihak agar jalan menuju spot diving itu juga siap, bagus, dan mudah. Perlu diperhatikan mulai dari bandara, transportasi, akomodasi, dan banyak pihak yang akan terlibat," tulis akun @fygunawan.

Di ajang yang diselenggarakan Dive Magazine tersebut, Indonesia meraih dua dari tiga penghargaan yang dilombakan, yaitu kategori Best Destination dan Best Dive Centre or Resort untuk Siladen Resort and Spa, Bunaken.

"Indonesia di tahun lalu juga mendapat penghargaan yang sama sebagai Best Destination. Hal ini menunjukkan bahwa destinasi wisata di Indonesia, khususnya selam, memang kelas dunia," ujar Arief, saat menerima penghargaan.

Potensi wisata selam di Indonesia memang sudah tersohor di dunia. Bukan kali ini saja destinasi selam di Indonesia mendapat penghargaan bergengsi dari instansi internasional.

Mereka menyebut bahwa surga bawah laut banyak tersebar di Indonesia. Sebut saja Raja Ampat di Papua, Alor di NTT, Pulau Komodo di NTT, Lembongan di Bali, Lembeh di Sulawesi Utara, Wakatobi, dan Bunaken.

“Berbagai penghargaan itu diberikan tidak sembarangan. Itu mempertaruhkan reputasi mereka jika tidak credible. Karena penghargaan itu juga menaikkan credibility destinasi selam kita,” ucap Arief.

Sejumlah penghargaan dunia itu, imbuhnya, sangat penting untuk tiga alasan yang dia sebut sebagai 3C, yakni Calibration, Confidence, dan Credibility.

"Bila kita mendapatkan penghargaan, maka self confidence anak bangsa ini naik," kata Arief.

Untuk poin credibility, jika dikomunikasikan dengan baik, maka penghargaan yang diperoleh dapat menjadi cara marketing yang paling efektif untuk meningkatkan image. Dengan begitu, tidak lagi perlu bersusah payah menyampaikan keunggulan yang dimiliki, dalam hal ini pariwisata Indonesia.

“Sebuah penghargaan juga bermanfaat untuk menera apakah yang kita lakukan sudah benar sekaligus mengetahui posisi kita dibandingkan dengan yang lain. Inilah fungsi yang ketiga sebagai Calibration," ujar Arief,

Sebelumnya, Dive Magazine menulis dalam ulasannya bahwa Indonesia benar-benar menjadi favorit juara. Bahkan, sejak awal voting, Indonesia sudah mengumpulkan 1,076 suara dari total 9,399 suara, atau mendapatkan 11,45 persen.

Dengan modal mencapai 17 ribu pulau, Indonesia memiliki ribuan spesies dan habibat dengan repeat visitor tertinggi. Dive Magazine menulis, Indonesia memiliki destinasi populer kekinian, yaitu Taman Nasional Komodo, hamparan pantai pasir hitam, dan Pulau Lembeh di Bitung, Sulawesi Utara.

"Kemenangan Indonesia sudah bisa diprediksi karena memiliki wisata lengkap mulai dari air, daratan, sampai pengunungan," demikian tulis Dive Magazine melalui laman mereka.

 

 

(*)