Sukses

Rinaldy Yunardi Sabet Piala Tertinggi World Of WearableArt 2017

Liputan6.com, Jakarta Ya, siapa yang tak mengenal sosok Rinaldy A. Yunardi? Berkarya selama 21 tahun, Rinaldy A Yunardi telah menjadi salah satu desainer kesayangan Indonesia.

Kabar gembira datang ketika Rinaldy bersama dua karya dari labelnya, Rinaldy Yunardi, yaitu Encapsulate dan Cosmos, berhasil membawa pulang tiga piala di ajang World Of WearableArt 2017, lomba desain bergengsi di seluruh dunia. Kompetisi ini diselenggarakan di Wellington, Selandia Baru.

Rinaldy A. Yunardi berhasil menang dari 104 karya finalis dari 122 desainer yang berasal dari 13 negara untuk memperebutkan 37 piala. Karya Encapsulate Rinaldy menjadi Juara Umum, memenangi The Supreme WOW Award dan Juara I untuk kategori Open Section Award, sedangkan karya Cosmos-nya berhasil menjadi Juara I kategori Avant-Garde Section Award.

"Kami bangga memiliki seorang desainer ternama yang berhasil memenangi dua kategori sekaligus, Rinaldy Yunardi telah menjadi bagian dari barisan desainer tingkat dunia," ungkap Dame Suzie Moncrieff, penggagas dan pendiri WOW.

Karya Rinaldy Yunardi kali ini terinspirasi dari keteraturan alam semesta yang telah memengaruhi sistem pemikiran, akal, dan emosi manusia. Encapsulate sendiri ditampilkan dalam bentuk seperti kapsul raksasa yang dibuat dari susunan helai tali rafia dan LED, dibentuk, dan dipotong menjadi dua bagian yang diselubungkan ke badan pemakainya.

Adapun karya Rinaldy A. Yunardi lainnya, Cosmos, tampil sebagai baju hitam dan perak yang terbuat dari kristal jala, tali rafia, dan logam dengan imbuhan hiasan kepala yang rumit, menutupi seluruh badan pemakainya. Peraturan kompetisi dikategorikan sebagai benda pakai dari segala strata, orisinal, inovatif, dan apik.

 

1 dari 2 halaman

Rinaldy Yunardi Sabet Piala Tertinggi World Of WearableArt 2017

"Birokrasi yang berbelit-belit dan biaya yang tinggi membuat saya sempat merasa tidak percaya diri, pontang-panting sendirian. Maka, dengan berat hati, waktu itu saya hanya bisa memberangkatkan dua dari enam karya seri yang saya buat," cerita Rinaldy Yunardi.

Penjurian WOW sendiri berlangsung dalam tiga tahap, penilaian terhadap detail, dan penampilan di atas panggung. Sebagai pemenang utama, karya Rinaldy Yunardi akan dipamerkan di National WOW Museum, Nelson.

Atas kemenangannya ini, Rinaldy berhak membawa pulang piala dan uang senilai 30.000 NZD sebagai Juara Umum dan 20.000 NZD untuk dua kategori lainnya. Jika dijumlahkan, hadiah yang didapatkan Rinaldy Yunardi setara dengan Rp 400.000.000. Selamat, Rinaldy Yunardi!