Sukses

Suara Jernih dari Cikini: Nostalgia Masa Depan Manusia

Liputan6.com, Jakarta Orang-orang zaman sekarang sedang terengah-engah mencari makna. Pada saat yang bersamaan, internet datang dengan perkasa menjanjikan kebebasan paripurna, bersamaan dengan monster algoritma yang menjelajah pilihan bebas manusia. Peradaban manusia sedang berada pada lampu kuning saat ini, yang berarti ada pada masa transisi. Setelahnya hanya ada dua kemungkinan, keadaan menjadi lebih baik, yaitu lampu hijau atau malah bertambah buruk menjadi lampu merah.

Keadaan inilah yang kemudian ditanggapi Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dengan menyelenggarakan kembali tradisi tahunan “Suara Jernih dari Cikini” yang dikemas dalam bentuk pidato kebudayaan. Suara jernih hadir untuk memberikan tawaran pemikiran-pemikiran kritis terkait beragam persoalan, mulai dari kesenian, kebudayaan, hingga peradaban.

Tradisi tahunan yang digelar bertepatan dengan perayaan ulang tahun Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki ini akan digelar pada 10 November 2017, mulai pukul 19.30 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Kali ini DKJ memilih Roby Muhamad, seorang fisikawan, statistikawan, sosiolog, sekaligus enterpreneur untuk memberikan pandangannya yang telaten, mencatat eksplorasi di bidang sains, psikologi, biologi, dan sosiolosi selama 25 tahun terakhir.

Menurut Roby, manusia perlu keluar dari kantong-kantong arogansinya untuk menyelamatkan peradaban. Bukan hanya nusantara, melainkan juga di dunia.

Pemaparan Bobby nantinya akan diurai dalam beberapa segmen yang dikatakannya sebagai pernak-pernik dari simfoni realitas. Keseluruhan segmen ini dibungkus dalam satu tajuk bertemakan “Nostalgia Tentang Masa Depan manusia”. Roby mengajak pendengar untuk melihat perilaku dan budaya sembari mengalahkan “gaya grafitasi” diri kita sendiri untuk meraih kebebasan.

 

1 dari 2 halaman

Hiburan Lain

Gelaran Pidato Kebudayaan juga akan dilengkapi dengan beragam suguhan menarik, antara lain pentas musik dari A Fine Tuning Creation (AFTC), yang merupakan proyek tunggal dari Aryo Adhianto, seorang keyboardist dari Jakarta. Selama 20 tahun, AFTC berkarya dalam berbagai bentuk musik, termasuk jazz, pop, hingga klasik.

Selain itu, acara ini juga akan diramaikan dengan Bina Vokalia Pranadjaja. Didirikan oleh Pranowo Djojodinito atau Pranadjaja atas dukungan Gubernur Ali Sadikin pada 1971, kelompok musik ini telah memiliki 20 cabang dengan lebih dari 10.000 murid.

DKJ berharap, diselenggarakannya Pidato Kebudayaan ini akan menjadi bahan renungan semua orang yang datang, dan perlu disebarluaskan kepada siapa pun yang masih mencintai negeri ini, agar memberi manfaat bagi kemajuan kehidupan dan peradaban dunia, khususnya Indonesia.

 

Artikel Selanjutnya
Ini Alasan Giring Nidji Bergabung dengan PSI
Artikel Selanjutnya
Hamsad Rangkuti di Mata Kritikus Sastra