Sukses

Isi Daya Ponsel di Pakaian, Inovasi Masa Depan Uniqlo dan Toray

Liputan6.com, Jakarta Teknologi menjadi nilai yang sama bagi dua industri besar asal Jepang, Uniqlo dan Toray dalam mengembangkan produknya. Kerja sama keduanya sudah terjalin 15 tahun dan akan terus berlanjut.

Teknologi mempermudah kehidupan, termasuk di pakaian. Itulah mengapa Uniqlo memilih LifeWear sebagai filosofinya karena inovasi pada pakaian dapat membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Misalnya, saat udara dingin, orang secara spontan akan memakai pakaian yang lebih tebal. Bahkan saat musim dingin di negara-negara tertentu, orang memakai pakaian yang sangat tebal hingga memberikan kesan bulky di tubuh mereka. Berangkat dari ini, tercipta koleksi Heattech yang dapat menahan panas tubuh, menjadikan tubuh hangat tanpa harus memakai pakaian berlapis-lapis.

Heattech adalah pakaian dalam yang lembut pada kulit dan memberikan kenyamanan yang luar biasa. Dikembangkan bersama dengan Toray Industries, perusahaan penghasil serat dan pembuat tekstil ternama di dunia.

"Kami memulai perjalanan Heattech dari 15 tahun yang lalu. Sejak saat itulah kami terus berinovasi dalam teknologi pakaian," kata Tadashi Yanai, Presiden dan CEO dari Fast Retailing, perusahaan induk Uniqlo di New York, beberapa waktu lalu.

 

 

Saksikan juga video menarik berikut ini.

1 dari 2 halaman

Pakaian Masa Depan

Begitu pula produk-produk kerja sama Uniqlo dan Toray lainnya, seperti AIRsm, Ultra Light Down (ULD), Kando Pants, dan Dry-Ex. Di masa depan, Uniqlo dan Toray berupaya menciptakan pakaian yang dapat menyimpan tenaga sehingga bisa menjadi sumber pengisian daya untuk alat elektronik.

Ini karena Uniqlo dan Toray melihat kebutuhan pengisian daya sudah dimiliki setiap orang. Maka pakaian yang dapat mengisi sendiri daya untuk piranti elektronik akan mempermudah kehidupan.

Tertarik memilikinya? Mari berharap pakaian ini segera diluncurkan.

Artikel Selanjutnya
Canggih, Beli Ayam Goreng di Restoran Ini Pakai Sensor Muka
Artikel Selanjutnya
PUMA Hadirkan Gerai Kolaborasi Pertama di Asia Tenggara