Sukses

Kembangkan Ekonomi Pariwisata Borobudur, Anak Muda Kini Bergerak

Liputan6.com, Jakarta Keindahan Candi Borobudur sebagai warisan dunia dan tempat pariwisata terkenal di Indonesia, kini mulai didukung oleh anak muda. Tidak tanggung-tanggung, 225 anak muda dari Klaten, Sleman, dan Magelang turun tangan untuk menggiatkan ekonomi melalui kegiatan kreatif di Borobudur. Hal ini terlihat dari kegiatan Youth Economy Empowerment in Indonesia's Heritage Sites, through Capacity Building and Sustainable Toursim, dari UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia.

Berbagai produk kerajinan hasil pelatihan ini hadir di Galeri Komunitas, Desa Karanganyar, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Senin (30/10/2017). Mulai dari kreasi yang bernilai tradisional seperti batik, hingga berbagai produk makanan dan olahan baju siap pakai. Tentunya berbagai produk ini siap menjadikan Candi Borobudur tidak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi dari para wisatawan.

"Dengan menjalankan program ini, kami bertujuan meningkatkan jumlah anak muda di wilayah Borobudur dan Prambanan untuk memiliki pendapatan yang lebih baik, yang akan memampukan mereka berkontribusi terhadap ekonomi lokal," ungkap Elvera N Makki, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia.

Yunus Arbi, Kepala Sub-Direktorat Warisan Budaya Benda Dunia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyampaikan, program ini memberikan banyak manfaat. Tidak hanya membangun pemahaman mengenai potensi wiarisan budaya mereka, tetapi juga mendorong kaum muda untuk memberikan suara dan perhatiannya guna mempromosikan kekayaan warisan budaya. Sebab, mereka akan mengambil keputusan di hari esok untuk berperan dalam pelestarian warisan dunia.

Salah satu penerima manfaat dari program ini, Handi dari Botol Sampah Plastik Kreatif, menyatakan bahwa program ini memberikan berbagai informasi mengenai pemasaran produk. Dengan begitu, dapat membantu para penggiat UKM untuk memasarkan barang dagangannya dengan tepat sasaran. Selain itu, program ini juga memberikan edukasi mengenai perkembangan pasar, yang bisa menjadi celah untuk UKM makin berkembang.

1 dari 2 halaman

Candi Borobudur

Seluruh penerima manfaat yang disebut #KitaMudaKreatif ini dikumpulkan dalam kegiatan Program Pemberdayaan Anak Muda Kreatif Indonesia melalui dukungan kolaborasi UNESCO - Citi Indonesia, dan produk unggulan mereka diperlihatkan ke masyarakat luas. Tentunya kegiatan ini juga diharapkan menjadi contoh unggul kerja sama badan internasional, sektor swasta, pemerintah anak Indonesia untuk pembagunan 10 destinasi wisata kunci Indonesia yang dideklarasikan Presiden Joko Widodo pada 2016.

Prof Dr Shahbaz Khan, Director and Representatif, Kantor UNESCO Jakarta, menyatakan lembaga ini dengan senang hati berkolaborasi bersama dan menyediakan dukungan teknis untuk promosi sektor ekonomi kreatif dan kekayaan warisan budaya tak benda Indonesia. Termasuk dua situs warisan budaya dunia UNESCO, Borobudur dan Prambanan, serta sejumlah wilayah di seluruh negeri.

"Melalui kombinasi pelatihan keterampilan kerja dan persiapan kewirausahaan, anak-anak muda ini akan mendapatkan keterampilan berdaya saing dan juga akses terhadap literasi dan inklusi keuangan, serta sumber-sumber daya lain yang akan mengarahkan jalan mereka menuju keberhasilan secara ekonomi," tutup Elvera.

Artikel Selanjutnya
ISTA 2017 Dorong Pengelola Wisata Terapkan Konsep Berkelanjutan
Artikel Selanjutnya
Perusahaan Tambang di Morotai Ingin Kembangkan Pariwisata