Sukses

Karya Ready to Wear 2 Desainer Indonesia di Panggung JFW 2018

Liputan6.com, Jakarta Koleksi busana siap pakai atau yang biasa dikenal dengan ready to wear menjadi tren untuk fashion saat ini. Anda dapat tampil dengan memesona dengan busana yang mudah didapatkan bahkan secara online. Melihat hal ini e-commerce khusus fashion Zalora menggandeng dua desainer kenamaan tanah air menampilkan karya ready to wear mereka dalam perhelatan mode akbar Jakarta Fashion Week 2018.

Kolaborasi ini menghadirkan koleksi kapsul dari Barli Asmara dan Ikat Indonesia by Didiet Maulana. Selain dipamerkan pada pecinta fashion di Jakarta Fashion Week 2018. koleksi ini juga akan dijual secara eksklusif di platform Zalora.

Dalam kolaborasi ini, Zalora dan dua desainer ini menghadirkan koleksi busana siap pakai yang mengikuti tren terkini dan modern, dengan twist yang ceria. Koleksi ini mengusung tema Press Play, kedua desainer mengambil inspirasi dari karakter wanita yang mandiri. Lembut namun tangguh hingga feminin dan tetap sporty.

Koleksi ini diperuntukan untuk para wanita sophisticated yang masih menjaga sisi karakter playful mereka. Keseluruhan busana juga didesain dapat dikenakan dari pagi hingga malam sesuai dengan kebutuhan.

“Kami sanggat bangga dapat mengajak Barli Asmara dan Didiet Maulana untuk menjadi bagian dari Zalora. Ini adalah pertama kalinya sebuah e-commerce di Indonesia melakukan kolaborasi yang mendalam dengan desainer Indonesia untuk meluncurkan sebuah koleksi bersama. Busana-busana yang dihadirkan malam ini tak hanya mengusung gaya khas dari para desainer namun juga memiliki relevansi dengan pelanggan Zalora,”  kata Anthony Fung CEO Zalora Indonesia saat konferensi pers Jakarta Fashion Week pada Kamis (27/10/2017).

 

 

1 dari 3 halaman

Barli Asmara

Barli Asmara mengambil inspirasi dari feminitas wanita. Terkenal akan ciri khasnya yang banyak menggunakan detail tiga dimensi serta kerajinan tangan dalam negeri, ia kemudian mentranslasikan idenya ke dalam koleksi dalam bentuk ruffles yang berjuntai hingga aksen kerut pada busana.

Namun, karena ia meyakini tak ada seorang wanita pun yang 100 persen hanya menggemari gaya feminin saja, ia menggunakan palet warna monokromatis yang cenderung gelap seperti hitam, abu-abu, navy dan putih. Material yang digunakan juga beragam, mulai dari katun, scuba hingga crepe.

2 dari 3 halaman

Didiet Maulana

Sementara Didiet Maulana untuk labelnya Ikat Indonesia, menggabungkan tradisi dan gaya kontemporer Indonesia yang dirancang untuk wanita modern. Terinspirasi oleh pagoda Bali, koleksi ini mencerminkan filosofi arsitektur Bali yang menghadirkan siluet modern dan digital menggunakan teknik ikat tradisional.

Prinsip-prinsip simetri yang penuh harmoni membentuk elemen inti dari koleksi ini, sambil menyoroti penjajaran bentuk organik dan struktural pagoda. Narasi filsafat Bali yang menghormati individualitas muncul lewat fleksibilitas pakaian serta kenyamanan tanpa mengorbankan estetika.