Sukses

Tetap Hangat di Udara Dingin dengan Pakaian Tipis dari Uniqlo

Liputan6.com, Jakarta Teknologi mempermudah kehidupan, termasuk di pakaian. Itulah mengapa Uniqlo memilih LifeWear sebagai filosofinya karena inovasi pada pakaian dapat membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Misalnya, saat udara dingin, orang secara spontan akan memakai pakaian yang lebih tebal. Bahkan saat musim dingin di negara-negara tertentu, orang memakai pakaian yang sangat tebal hingga memberikan kesan bulky di tubuh mereka. Berangkat dari ini, tercipta koleksi Heattech yang dapat menahan panas tubuh, menjadikan tubuh hangat tanpa harus memakai pakaian berlapis-lapis.

Heattech adalah pakaian dalam yang lembut pada kulit dan memberikan kenyamanan yang luar biasa. Dikembangkan bersama dengan Toray Industries, perusahaan penghasil serat dan pembuat tekstil ternama di dunia. 

"Kami memulai perjalanan Heattech dari 15 tahun yang lalu. Sejak saat itulah kami terus berinovasi dalam teknologi pakaian," kata Tadashi Yanai, Presiden dan CEO dari Fast Retailing, perusahaan induk Uniqlo di New York, Rabu (25/10/2017) waktu setempat.

Materi Heattech terdiri dari empat serat berbeda yang memberikan kenyamanan maksimal dengan menyerap kelembapan tubuh dan mengubahnya menjadi panas yang terperangkap dalam kantong udara dalam serat. Heattech adalah lembaran tipis yang memberikan kehangatan tanpa kesan tebal pada tubuh. Sebuah inovasi yang mengubah cara berpakaian.

Empat jenis serat yang membentuk Heattech, ketika disatukan menciptakan kehangatan dan kenyamanan maksimum. Selain itu, sekaligus menjaga kelembutan dan mengurangi listrik statis. Empat serat tersebut adalah rayon, micro acrylic, polyurethane, dan poliester.

Heattech tidak hanya menghadirkan kehangatan, tapi juga dapat meregang dengan baik. Suhu hangat akan merata di seluruh bagian tanpa mengubah bentuk badan. Material yang inovatif ini juga menyerap keringat dengan cepat.

 

1 dari 2 halaman

Heattech

Heattech menggunakan keringat yang dikeluarkan tubuh dan mengubahnya menjadi panas. Saat keringat menguap dari tubuh, molekul air bergerak cepat di antara kulit dan bahan Heattech. Molekul air kemudian diserap rayon. Dan pada saat mereka bergerak, energi berubah menjadi penyimpan energi, menjadikannya panas.

Heattech menyimpan hangat tubuh dengan menyimpan udara panas untuk keluar dari bahan pakaian. Heattech menggunakan serat microfiber, berukuran sepersepuluh dari rambut manusia yang terkait dengan bahan pakaian, menghasilkan banyak kantong udara di antara serat berfungsi sebagai pelindung hangat untuk keluar dari pakaian.

Selama 15 tahun perkembangannya, Heattech telah berevolusi lebih dari sekadar pakaian dalam. Dengan menerapkan prinsip kerja yang sama untuk gamen dan design pakaian jadi lainnya, Heattech wajib dimiliki. Rangkaian produk Heattech kini hadir dalam bentuk kamisol yang beragam, dan kaus berlengan 9/10 sampai dengan celana ketat, jeans, dan kaus kaki.

Artikel Selanjutnya
Australia Bersiap Hadapi Musim Dingin 'Terganas'
Artikel Selanjutnya
UNIQLO Luncurkan Koleksi LifeWear Khusus untuk Bayi dan Ibu Hamil