Sukses

Langkah 3 Desainer Bawa Kearifan Lokal Mendunia di JFW 2018

Liputan6.com, Jakarta Pergelaran busana akbar Jakarta Fashion Week merupakan ajang fashion bergengsi yang disorot dunia. Dari panggung ini, desainer Tanah Air memiliki tujuan memperkenalkan karyanya dengan membawa kearifan lokal dikenal dunia. Seperti yang ingin dipersembahkan oleh pusat perbelanjaan Senayan City dengan menggandeng empat desainer kenamaan Tanah Air yang konsisten mengangkat kekayaan budaya Indonesia dalam karya-karyanya.

Karya Lulu Lutfi Labibi, Paulina Katarina, dan Teduh by Hakim Satriyo hadir dalam fashion show bertajuk Langkah "Weaving the Flavours of Transformation". Para desainer ini mengambil inspirasi dari kearifal lokal dua destinasi yang indah di Indonesia, yaitu Bali dan Yogyakarta.

"Berlatar belakang kekayaan budaya dan kearifan lokal Senayan City mempersembahkan fashion show yang diharapkan dapat membawa Indonesia dikenal hingga mancanegara. Dengan menggandeng tiga desainer berbakat yang konsisten menggali kearifan lokal dalam setiap karyanya dalam fashion show bertajuk 'Langkah'," kata Veri Y Setiady, CEO Senayan City, saat konferensi pers pada Kamis (26/10/2017), di Senayan City.

Paulina Katarina merupakan brand yang diusung oleh dua kakak beradik Surya Paulina dan Ratna Katarina. Desainer asal Bali ini mengangkat Pulau Dewata sebagai inspirasi mereka pada fashion show di Jakarta Fashion Week 2018. Mereka menghadirkan koleksi bertajuk "Berdaya" yang menampilkan keindahan kain tradisional Bali dalam cutting feminin dan gradasi warna-warna ceria, seperti kuning, biru, dan merah.

 

1 dari 3 halaman

Teduh by Hakim Satrio

Sementara Teduh by Hakim Satrio mengusung tema "Padang Galak" untuk koleksinya. Nama ini diambil dari pantai di Sanur, Bali. Pantai ini memiliki keindahan sekaligus sisi gelap yang dituangkan desainer yang juga fotografer ini dalam setiap look. Koleksinya ini menggunakan kain linen dari Bali.

 

2 dari 3 halaman

Lulu Lutfi Labibi

Terakhir, desainer yang fokus menggunakan Lurik Yogyakarta pada setiap rancangannya, Lulu Lutfi Labibi, menampilkan koleksi bertajuk "Persimpangan". Koleksi ini merupakan lanjutan dari koleksi sebelumnya, "Perjalanan dan Tirakat".

Koleksi ini menggunakan cutting asimetris yang edgy. Motif yang digunakan juga semakin kreatif dengan alur garis yang saling bersilangan. Koleksi ini semakin stylish dengan aksen benang unfinished dan fringe yang diaplikasikan dalam item, seperti rok lilit, dress bersiluet longgar, hingga jaket.