Sukses

Perayaan Duka Luruh Lulu Lutfi Labibi di Panggung JFW 2018

Liputan6.com, Jakarta  
Indonesia kaya akan keindahan karya wastra, salah satunya Lurik. Kain ini digarap serius oleh desainer kenamaan tanah air Lulu Lutfu Labibi. Secara konsisten desainer yang berhasil menjadi pemenang Lomba Perancang Mode 2017 di Jakarta Fashion Week (JFW) ini menjadikan lurik sebagai signature dalam setiap desainnya.
 
 
Kali ini, pada JFW 2018 Lulu menghadirkan koleksi bertajuk Duka Luruh. Nama Duka Luruh diambil dari salah satu motif lurik yang diciptakannya pada koleksi Perjalanan di awal tahun 2017.
 
 
Duka Luruh merupakan sebuah simbol keikhlasan dan penerimaan untuk menjadi diri sendiri seutuhnya. Dalam penerimaan ini segala kekecewaan terhadap harapan yang tidak tercapai ikut luruh. Filosofi ini yang dituangkan Lulu dalam desainnya di koleksi untuk Jakarta Fashion Week 2018.
 
"Koleksi saya ini diperuntukkan pada wanita yang bebas yang sudah mengenal dirinya, dan sudah tahu kekurangannya. Mereka siap bereksplorasi dengan gayanya sendiri," kata Lulu Lutfi Labibi usai konferensi pers pada Selasa (24/10/2017).
 
Koleksi untuk Jakarta Fashion Week ini, didominasi motif berupa garis-garis dengan ukuran yang berbeda-beda, besar, dan kecil dalam warna hitam dan putih tulang. Percikan warna merah ditambahkan memberi statement menjadi simbol kekuatan.
 
 
 
1 dari 2 halaman

Pesan dari koleksi Duka Luruh

Lewat koleksi Duka Luruh ini Lulu ingin perempuan yang memakainya menemukan jawaban dari pertanyaan dan pencarian tentang diri mereka. Sehingga menjadi perempuan yang bebas dan dewasa baik jiwa maupun fisik.
 
 
Kebebasan terlihat dalam koleksi busana berupa ready to wear ber-cutting longgar dan asimetris. Kemudian dipadukan dengan celana berkantong dengan aksen kerutan pada bagian pinggang sehingga terlihat sporty. Dress draperi longgar dengan detail unik berupa kancing dan tali yang bisa di mix and match berbagai cara sesuai keinginan.