Sukses

Asyiknya Bersepeda Sampai Susur Sungai di Sobo Ndeso Bantul

Liputan6.com, Yogyakarta

Bantul masih menjadi tempat wisata pilihan banyak orang karena keindahan alam dan kelestarian lingkungannya. Salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi saat berada di Bantul adalah Warung Sobo Ndeso. Bukan hanya sekadar warung, destinasi wisata keluarga yang berada di Desa Gayam, Argosari, Sadayu Bantul ini punya beragam atraksi wisata menarik.

Anjar Asmoko Pengelola Warung Sobo Ndeso mengatakan, pengunjung bisa susur sungai sekaligus makan di warungnya. Tidak hanya itu, bagi yang ingin berwisata sambil bersepeda, Anda juga bisa menggunakan sepeda onthel untuk berkeliling. Tempat menginap pun juga tersedia jika ingin merasakan suasana kampung sedayu yang kental dengan keseniannya.

"Ada semua di sini dari menginap sampai wisata. Kami buka tanggal 17 juni 2017 kemarin. Ya alhamdulillah banyak banget ramai pengunjung. Dalam kota Yogyakarta didominasi dari DIY, rombongan instansi pemerintah, sekolah, pamong, grup-grup arisan, keluarga, anak-anak muda," kata Anjar kepada Liputan6.com, Selasa (24/10/2017).

Anjar mengatakan, bagi yang ingin susur sungai bisa datang selain hari Senin. Sebab setiap Senin tempatnya libur, mengingat Sabtu Minggu selalu full pengunjung.

"Ada dua rute yang bisa dipilih, 1 km dan 1,3 km, selama perjalanan pengunjung akan disuguhi pemandangan Sungai Gayam yang bersih. Jangan takut, karena selama perjalanan susur sungai tiap tim akan ditemani pemandu berpengalaman," ungkap Anjar.

Untuk dapat merasakan sensasi susur sungai ini, tiap pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 20 ribu, sudah dapat fasilitas ban, helm, pelampung, sepatu khusus, dan makanan ringan.  

"Dua puluh ribu itu masih harga promosi, tahun depan bisa saja sudah naik," katanya.

Atraksi wisata lain yang bisa  dinikmati di Warung Sobo Ndeso adalah bersepeda onthel. Ada sekitar 15 sepeda yang disewakan untuk berkeliling.

"Tarifnya lima puluh ribu, ada pemandu keliling kampung, kadang sampai kemusuk rumahnya bapak Soeharto, pak presiden. Ya tergantung konsumen juga sih," ujarnya.

Bagi yang ingin menikmati suasana desa secara menyeluruh, pengunjung bisa menginap di homestay. Setidaknya ada lima kamar yang siap digunakan pengunjung. Ada dua kamar standar dan 3 kamar backpackers. Homestay ini baru akan diluncurkan secara resmi 1 November 2017 mendatang.

"Jadi untuk kamar standard 200 ribu, untuk kamar backpackers 150 rb per malam. Gratis sarapan 1 orang," ujarnya.

 

 
 
Artikel Selanjutnya
Sambut Pagi Bersama 22 Ribu Peserta Gowes Pesona Nusantara
Artikel Selanjutnya
Keindahan Taman Wisata Pendidikan Mangrove Bangkalan