Sukses

Batik To The Moon, Festival Jogja Dunia 2017

Liputan6.com, Yogyakarta Gelar kota batik dunia kini menjadi milik Kota Yogyakarta setelah tahun 2014 lalu World Craft Council (WCC) menetapkannya. Budi Antono, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY mengatakan, untuk menunjukkan eksistensi sebagai kota batik dunia maka Pemda DIY menggelar Festival Jogja Kota Batik Dunia 2017. Festival ini merupakan ajang pameran yang menampilkan 7 kriteria Kota kerajinan dunia yang ada di Yogyakarta. Tujuh kriteria itu adalah nilai hiostoris, orisinalitas, upaya konservasi melalui regenarasi, nilai ekonomi, ramah lingkungan, reputasi internasional dan konsistensi.

"Berkenaan dengan itu maka tahun ini penyelenggarakan festival Jogja Kota batik dunia dengan tema Batik To The Moon," dalam rilis yang diterima Jumat (20/10/2017).

Budiantono mengatakan festival ini diharapkan menjadi kekuatan budaya dan ekonomi masyarakat Yogyakarta. Sehingga terjadi peningkatan produksi dan penjualan. Selain itu kesejahteraan masyarakat dan penciptaan lapangan usaha dapat terjadi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan industri kecil menengah batik di DIY.

"Ada pameran batik, fashion show, Yogyakarta batik parade, lomba desain fashion batik trend international, lomba motif batik Yogyakarta istimewa dan lomba souvenir turunan batik," ujarnya.

Budiantono mengatakan rencananya acara Batik to the Moon akan dibuka oleh Gubernur DIY Sultan HB X pada 25-29 Oktober 2017 di Jogja Expo Center (JEC) Jl Janti, Banguntapan, Bantul. Sementara "Jogja Batik Parade" akan dilakukan pada 26 Oktober 2017 pukul 15.00 WIB di Jalan Malioboro. Parade batik itu akan menampilkan batik adibusana, the monolith, batik tradisi, kereta batik kencana, batik busana, batik fantasi dan marching band dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

(Yanuar H)