Sukses

82 Koleksi Busana Rayakan 25 Tahun Sebastian Gunawan Berkarya

Liputan6.com, Jakarta Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese telah memasuki tahun ke-25 sejak keduanya terjun dalam dunia mode tanah air. Dalam peragaan busana bertema Whisper/Roar, Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese menampilkan 82 koleksi busana yang mengeksplorasi romantisme di era tahun 40-an, 50-an, dan 60-an.

Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese berhasil mengubahnya menjadi gaya yang modern. Keragaman siluet, pemilihan bahan, pengerjaan detail, dan jangkauan palet bisa menyatu dengan harmonis.

Koleksi Whisper/Roar ini terinspirasi dari keterampilan tangan dalam melipat, kecantikan motif, tekstur yang dihasilkan oleh olahannya, dan keindahan sederetan warna yang akhirnya menjadi benang merah. Ketertarikan inilah yang mempertemukan Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese kepada eksotisme Asia. Terutama dalam mengolah detail dan romantisme busana Eropa yang kaya bahan tekstil dan tekstur yang disajikan dalam bentuk multidimensi.

Beragam potongan busana, seperti A-line, celana, gaun, jaket pendek, jaket panjang, fitted, dan duyung, disela dengan tampilan dress jumper bersiluet lurus unik, seperti gaun panjang ketika model berhenti, dan berubah sekejap menjadi jumper ketika model bergerak. Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese memanfaatkan keragaman bahan yang bertolak belakang, seperti tipis-tebal, kilap, halus-kaku membuat setiap pemakainya terlihat lebih cantik.

 

1 dari 2 halaman

Whisper/Roar memperingati 25 tahun Sebastian Gunawan berkarya

Kekuatan koleksi Whisper/Roar ini terletak ketika Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese mengeksplorasi bagian lengan busana, seperti lengan lurus, bervolume, bertumpuk, pendek, dan panjang. Setiap era pun hadir dengan sangat menawan melalui berbagai koleksi Whisper/Roar ini.

Tahun 1940-an hadir dalam siluet gaun lurus dengan detail gambar malaikat yang tersusun dari butiran swarovski. Tahun 1950-an dihadirkan dalam rancangan rok lebar mengembang dari bahan lace kaku berlengan pof, diperkaya dengan detail pita lipat, ditekuk, dan dijahit tindas di seluruh bagian busana.

Sedangkan tahun 1960-an terlihat dari penggunaan bahan crispy dan kaku, bernilai vintage, seperti damask, mikado, sifon, lame matelasse, lace, sequin, dan kulit imitasi yang dijahitkan di seluruh permukaan dan menambah nilai busana tersebut. Berbagai siluet busana yang berstruktur, konstruktif, dan tegas ke depan, sesuatu yang baru pada desain Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese.

Berbagai detail dominasi pun bisa Anda lihat, seperti kristal, manik, payet, sulaman, dan pita. Lebih jauh lagi ada bentuk lipit dan tekuk pita, teknik pita yang dilipat, dibentuk segitiga, dan disusun bertumbuk, menghasilkan motif tiga dimensi.

Warna biru petrolium pun bisa Anda lihat sangat mendominasi koleksi kali ini. Warna lainnya adalah oranye bata, etaupe, cokelat, hitam, keemasan, rose gold, keperakan yang membuat koleksi Whisper/Roar karya Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese ini benar meneriakkan gaya masa kini yang indah. Bagaimana menurut Anda?

Saksikan Live Streaming Jakarta Fashion Week 2018

Tutup Video