Sukses

Kemenpar Dorong 500 Mahasiswa dengan Goes To Campus di Papua

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus roadshow pelatihan kepariwisataan ke berbagai kampus atau universitas di Indonesia. Misinya tidak lain, yaitu membentuk kualitas SDM Pariwisata berstandart global langsung ke akarnya. Tengok saja Pelatihan Goes To Campus di Papua, Kamis (5/10) silam. Sebanyak 500 mahasiswa dari berbagai universitas di Papua antusias memadati Ballroom Hotel Metta Star di Abepura, Papua.

“Ini moment yang tepat bagi mahasiwa atau mahaiswi untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan pariwisata, mahasiswa sebagai kader dan agen perubahan dalam pengembangan pariwisata. Indonesia ada karena pemuda dan Indonesia tegak karena mahasiswa. Dan mahasiswa punya energi positif untuk pengembangan pariwisata,” ujar Ahman Sya, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar, di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Pria yang akrab disapa Prof Ahman itu juga menyebut, pelatihan SDM Kepariwisataan Goes to Campus ini, sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya pengembangan pariwisata.

Saat ini jumlah SDM yang terampil dan profesional di bidang pariwisata khususnya mahasiswa sekitar kawasan pariwisata sangat minim. Akibatnya mutu pelayanan yang dihasilkan dari para penyelenggara pariwisata kepada wisatawan menjadi kurang baik.

“Pelatihan ini dikhususkan untuk mahasiswa agar para agent of change ini bisa ikut mengembangkan pariwisata dengan menggunakan teknologi juga ide atau inovasi yang terbaru bagi daerahnya,” ujarnya. Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan Wisnubawa Tarunajaya mengatakan, Kemenpar terus memberikan perhatian kepada garda terdepan dari elemen akademisi yakni mahasiswa. Karena selain menjadi kontrol sosial, Mahasiswa yang hidup di era milenial ini sangat berpengaruh untuk kebangkitan pariwisata saat ini. “Mahasiswa yang juga bagian dari masyrakat merupakan kader pariwisata. Untuk itu harus sadar dan bisa memanfaatkan hal-hal tersebut untuk lebih menarik wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk berwisata ke Provinsi Papua,” ucapnya.

Wisnu juga menyebut, sektor pariwisata akan membuka banyak lapangan pekerjaan, juga menggerakan roda perekonomian suatu daerah. Apalagi di Papua sendiri banyak destinasi pariwisata yang indah sekali contohnya Danau Sentani, Teluk Youkobe, dan bahkan ada perbatasan Indonesia dengan Papua New Guinea. “Pemerintah saja tidak bisa mengembangkan pariwisata begitu saja tanpa adanya dukungan dari Masyarakat, walaupun kekuranganya masih banyak Perda atau kebijakan yang belum dibenahi, dan harus di deregulasi” katanya.

Dalam Pelatihan tersebut tampak hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Yosephis Matutina yang membawakan materi Kebijakan Pariwisata Daerah. Lalu Kepala Bidang Pelatihan Kepariwisataan Kemenpar Dra. Yulia yang memberikan materi Sapta Pesona, dan yang terakhir Ketua PHRI yakni Salim memberikan materi Pelayanan Prima.

Kegiatan Goes To Campus itu juga dihadiri Rektor Universitas Cendrawasih Dr. Onesimus Sahuleka. Sepakat dengan para Deputinya, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menyebut peran perguruan tinggi dalam pengembangan pariwisata sangat penting. Karena saat ini pariwisata menjadi leader pembangunan nasional.

Potensi yang ada hanya harus dimanfaatkan karena Pariwisata selalu memiliki prinsip semakin dilestarikan semakin mensejahterakan.

“Pariwisata mempunyai multiplier effect yang memberikan pengaruh yang kuat pada lingkungan sekitarnya dengan menjaga kearifan lokal agar memiliki nilai bagi kesejahteraan masyarakat, terlebih di era digital sekarang, mahasiswa/i harus siap menghadapinya dan manfaatkan kecangihan digital dengan mempromosikan pariwisata” ujar Menpar Arief Yahya.

 

 

(*)

Artikel Selanjutnya
2.500 Peserta Akan Meriahkan Karnaval Pesona Parahyangan
Artikel Selanjutnya
UMM Berangkatkan 20 Siswa SMA Ikuti Summer Camp di Tiongkok