Sukses

4 Tanda Anda Perlu Mengucap Putus di Awal Hubungan Cinta

Liputan6.com, Jakarta Apa yang Anda sadar apa yang sesungguhnya terjadi pada diri dan pasangan Anda saat jatuh cinta? Semua hal akan terlihat sempurna. Hal ini seperti ini lumrah terjadi, namun bukan berarti tanpa risiko yang merugikan. Salah satu risikonya adalah bahwa Anda telah salah menilai dirinya. Namun ketika menemukan sisi sisi diri pasangan yang berbeda dari gambaran ideal Anda tentang dirinya, tentu bukan berarti serta merta Anda harus segera mengakhiri hubungan. Tak ada manusia yang sempurna. Berdiskusi tentang perubahan ke arah lebih baik perlu untuk dilakukan.

Akan tetapi, ada beberapa hal penting yang seharusnya Anda dan pasangan perjuangkan sejak awal jika masing-masing benar-benar serius untuk membangun sebuah hubungan. Jika Anda mendapati pasangan Anda melakukan hal-hal berikut ini pada awal menjalin hubungan, Anda sebaiknya mempertimbangkan kembali apakah dia merupakan pasangan tepat. Melansir halaman Elite Daily pada Kamis (12/10/2017), berikut ini adalah 5 tanda Anda perlu mengucap putus di awal hubungan cinta bersemi.

Terlalu mengkritik

Pada batas tertentu mengkritik pasangan adalah hal positif. Hal tersebut berarti bahwa salah satu pihak merasa pasangannya telah melakukan sesutau yang tidak sepatutnya dan membuatnya mengerti apa yang sebaiknya diperbuat. Akan tetapi, jika kritik menjadi satu-satunya hal yang pasangan berikan kepada Anda, Anda perlu waspada. Jika hal itu terjadi, maka kemungkinan Anda telah berpasangan dengan seseorang yang ingin menguasai Anda secara satu arah. Sebuah hubungan harusnya diisi dengan komunikasi dua arah yang adil bukan?

Egois

Hal ini sedikit sulit untuk dideteksi sejak awal, sebab pada masa awal Anda dan pasangan cenderung berusaha membuat satu sama lain terkesan. Tapi setelah beberapa lama, cobalah amati sikapnya. Apakah dia selalu berusaha membujuk Anda untuk melakukan hal-hal yang hanya disenanginya tanpa mempertimbangkan kesukaan Anda. Contohnya kecilnya adalah dalam memilih film atau restoran. Bila selalu Anda yang “berkorban” atau “mengalah”, hal ini perlu menjadi alarm penting.

Selingkuh

Ini bukan lagi satu hal yang remeh. Komitmen jelas merupakan elemen penting dalam suatu hubungan. Jika pada awal masa pacaran ia berselingkuh, maka Anda dapat menyimpulkan sendiri bagaimana kedewasaannya dalam melihat suatu hubungan. Anda pasti merasa sangat sakit hati saat mengetahuinya, namun cobalah melihatnya dari sudut pandang lebih positif. Bukankah lebih baik jika mengetahui ketidakdewasaannya sejak awal, dan Anda bisa segera mengambil sikap akan hal tersebut?

Kebohongan

Hal ini mirip dengan poin sebelumnya, namun lebih bersifat general dalam berbagai hal. Hubungan yang awalnya sudah dipenuhi dengan berbagai kebohongan jelas merupakan suatu masalah. Ini akan menjadi fondasi yang sangat rapuh jika Anda tetap ngotot untuk melanjutkannya. Jika Anda mendapatinya berbohong, cobalah untuk membicarakannya secara bijak (bukan dengan emosi). Tapi jika hal serupa terus terulang, Anda harus ambil keputusan.

Bio In God Bless

Artikel Selanjutnya
5 Tanda Anda Tidak Puas dengan Hubungan Asmara
Artikel Selanjutnya
6 Pertanyaan yang Buktikan Cinta pada Pasangan