Sukses

Mengatur Keuangan Melalui Dunia Digital

Liputan6.com, Jakarta Di era digital saat ini, sebagai orangtua tren pendidikan bagi anak-anak generasi Z pun ikut beralih. Generasi Z adalah sebutan untuk mereka yang lahir pada pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an. Jadi, usianya kini 12-22 tahun. Secara umum, generasi ini sangat lekat dengan perangkat digital. Tak hanya media sosial, forum-forum lokal dan internasional di Internet juga mereka selami. Salah satu tantangan untuk mengedukasi generasi Z soal mengelola keuangan dengan baik, tentu berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya.

Metode konvensional seperti menabung di celengan mungkin masih bisa digunakan, tapi sepertinya sudah mulai ditinggalkan. Kini semua hal sudah beralih ke digital. Dikutip dari DuitPintar.com, berikut ini sejumlah inovasi finansial yang patut kita perkenalkan kepada anak dalam mengelola keuangan:

1. E-wallet

E-wallet alias digital wallet adalah dompet yang bisa diakses secara online. Fungsinya kurang-lebih sama seperti dompet yang sering kita bawa ke mana-mana di tas atau saku celana. Namun kelebihan e-wallet adalah kita tidak perlu membawa dompet fisik, sehingga menghindari risiko kehilangan. Selain itu, e-wallet bisa memuat banyak lembaran uang. Tidak perlu repot bawa dompet tebal. E-wallet ini juga sering disebut sebagai e-money. 

Anak-anak yang dibekali dompet elektronik dapat transaksinya.

2. Aplikasi pengatur keuangan

Dulu, jika ingin membuat catatan neraca keuangan, kita selalu pakai buku atau kertas berlembar-lembar. Sekarang, banyak aplikasi pengatur keuangan yang bisa diakses lewat gadget.

Aplikasi keuangan dapat membantu mengatur finansial, termasuk melacak pengeluaran dan pemasukan. Jadi, Anda dapat mengedukasi anak untuk mengetahui ke mana saja uang dibelanjakan. Hasil pelacakan itu lantas dijadikan acuan untuk menyusun rencana keuangan selanjutnya agar lebih hemat atau setidaknya tak terlalu banyak pengeluaran.

3. Online banking

Dengan online banking, urusan finansial perbankan bisa lebih mudah asalkan ada koneksi Internet. Semua bank sudah punya layanan online banking. Mau transfer, cek saldo, bayar toko online, sampai beli pulsa, bisa dilakukan via online banking.

4. Situs pembanding produk keuangan

kini sudah banyak situs pembanding produk keuangan yang membuat Anda tak perlu repot mengunjungi setiap bank. Cukup duduk manis di depan layar gadget atau komputer, kita pun bisa bandingkan produk sebuah bank dengan bank lainnya.

5. Investasi online

Investasi pun kini bisa dijalankan secara online. Mulai dari saham, emas, sampai reksa dana, semua bisa diakses via Internet. Tapi hati-hati, jangan asal pilih penawaran yang menggiurkan. Misalnya diiming-imingi keuntungan tetap dan pasti hingga 10 persen. Return investasi berupa bunga sebesar itu, apalagi sifatnya tetap, patut dicurigai. Ajarkan anak soal investasi sejak dini lewat dunia digital. Tapi tetap harus dipantau, jangan sampai mereka terjebak investasi bodong. Dunia digital begitu luas untuk dieksplorasi dan dimanfaatkan. Jangan bosan untuk menjelajahinya agar bisa merasakan manfaatnya dalam hidup, termasuk untuk mengelola keuangan. Anak pun perlu diperkenalkan dengan inovasi-inovasi ini sejak dini. 

 

Artikel Selanjutnya
Jurus Astragraphia Dorong Industri Printing di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Sleekr dan OnlinePajak Kolaborasi Dorong Kepatuhan Pajak UMKM