Sukses

Festival Ragam Nusantara Kuatkan Kembali Narasi Keragaman

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memotong nasi tumpeng pada pembukaan Festival Ragam Nusantara di Kerta Niaga, Kota Tua, Jakarta, Kamis malam (5/10).

Cindy Kartika Sari, seorang penggiat kuliner yang memasak tumpeng istimewa untuk Djarot, menjelaskan bentuk tumpeng dari bawah sampai mengerucut di atas sebenarnya menyimbolkan hubungan antara manusia dan  Ilahi.

"Sehingga jika ujungnya dipotong bermakna memutus hubungan manusia dengan Peciptanya. Oleh karena itu, Cindy mengajak Pak Djarot untuk kembali mengeruk tumpeng sebagaimana masa awal tumpeng diciptakan," kata Cindy Kartika Suri dalam keterangan persnya, Jumat. Acara tersebut diinisiasi oleh Jaringan Solidaritas NKRI (Jari NKRI), sebuah kepanitiaan lintas organisasi, profesi, agama, suku, maupun usia, tetapi sepakat bekerja secara gotong royong untuk menguatkan kembali narasi keragaman untuk persatuan.

"Di dalam kepanitiaan ini tidak ada struktur keorganisasian yang kaku, semua bekerja sesuai kemampuan masing-masing. Misalnya Arini Kumara seorang cellist, berkontribusi dengan bermain cello, chef Wira Hardiyansyah dan Cindy Kartika Sari penggiat kuliner membuat workshop upaboga. Intinya kami ingin menunjukkan siapa saja bisa berkontribusi merawat keragaman Nusanatara," kata Kanti W Janis, koordinator utama Festival.

Festival Ragam Nusantara itu menyajikan acara-acara yang terinspirasi dari kekayaan Nusantara. Misalnya, menyajikan workshop batik Lasem, Filosofi Tumpeng, drama tari Shima, dan sesi bermain dengan permainan tradisional bersama Cerita Mainan.

Pada Sabtu (7/10) akan ada bincang-bincang menarik tentang alasan cinta kepada Indonesia dari mereka keturunan bangsa lain, seperti Susan Sameh yang keturunan Mesir, Nobuyuki Suzuki aktor Jepang, Ricky Mulani pengusaha keturunan India dan Lyris S Lyssens keturunan Belgia, dimoderatori oleh Yennie Heriachandra.

Pada Minggu (8/10), para tokoh seperti Sarwono Kusumaatmadja, Herawati Supolo Sudoyo, Bambang Harymurti, Saras Dewi, dan Olga Lydia selaku moderator akan berdiskusi "Keragaman Untuk Persatuan" yang dibuka oleh Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono.

Lalu, juga akan ada penampilan dari musisi Oppie Andaresta berkolaborasi dengan Suara Anak Bumi di penghujung acara. (Ruslan Burhani/AntaraNews)

Artikel Selanjutnya
RI Raih Juara 3 di Festival Musik Tradisional Uzbekistan
Artikel Selanjutnya
Bali Surgawi Bakal Meriahkan Festival Lokal di Perancis