Sukses

5 Desainer Indonesia akan Ramaikan Los Angeles Fashion Week

Liputan6.com, Jakarta Lima desainer Indonesia akan menampilkan koleksi mereka di Los Angeles Fashion Week (LAFW) 2018 yang akan digelar pada 4-8 Oktober 2017. Mereka adalah Rinda Salmun, Byo by Tommy Ambiyo Tedji, Jeffry Tan, Sav Lavin by Savira Lavina, dan Lotuz by Michelle Surjaputra.

Mereka akan menyuguhkan karya-karya apik dari Indonesia di panggung Los Angeles Fashion Week. Masing-masing desainer memberikan ciri khasnya sendiri dengan sentuhan unsur Indonesia untuk ditampilkan di LAFW 2018.

Seperti Rinda Salmun yang memasukkan unsur kain lurik khas Yogyakarta untuk busana berpotongan modern. Ciri khasnya menggunakan beberapa bahan menjadi busana yang trendi.

Lain halnya dengan Jeffry Tan, ia akan memberikan sentuhan garis geometrik dan zig-zag ke dalam gaya busana street style yang dikemas di 20 look. Sedangkan San Lavin menghadirkan koleksinya yang menyatukan titik-titik pada gambar hingga membentuk corak yang menarik.

Lotus mempersembahkan 30 look yang cukup lengkap dari mulai busana ready to wear yang fun, street wear, hingga evening dress. Sentuhan rock and roll akan muncul dalam koleksinya tetapi tidak meninggalkan kesan glamor.

Tak hanya itu, beragam inspirasi unik pun hadir memperkaya koleksi yang akan dipamerkan nanti. Keunikan tersebut akan diwujudkan oleh Tommy Ambiyo Tedji. Kesamaan Indonesia dan Amerika Serikat beberapa waktu terakhir salah satunya adalah fenomena alam gerhana matahari. Byo pun mewujudkannya ke koleksi terbarunya dalam refleksi spektrum warna yang jarang terlihat ke dalam 18 look.

Keikutsertaan para desainer di atas dalam pekan mode ini bertujuan untuk memperkenalkan talenta dari Indonesia yang memiliki potensi global. Partisipasi desainer Indonesia dalam LAFW merupakan bagian dari inisiatif Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles.

"Dalam pemilihan lima desainer tersebut, KJRI Los Angeles bekerja sama dengan Indonesian Women Alliance (IWA). Kami mengajukan beberapa nama yang dianggap representatif dan kemudian dikurasi langsung oleh pihak penyelenggara LAFW," ujar Myria Widiono Rumah Rakuji, perwakilan dari IWA di Jakarta, Rabu (27/9/2017).