Sukses

Wonderful Indonesia Tebar Pesona di IFTM Top Resa Prancis

Liputan6.com, Prancis Wisatawan Prancis yang mengunjungi Indonesia pada 2017 ditargetkan mencapai angka 290 ribu. Guna mencapai angka tersebut, promosi dan direct selling dengan melibatkan industri pun terus dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Salah satunya, Indonesia akan kembali hadir di ajang bursa internasional IFTM Top Resa di Parc des Expositions Porte de Versailles di Paris, Prancis, pada 26-29 September 2017.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Mancanegara, I Gde Pitana, mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata selama empat hari penyelenggaraan pameran memfasilitasi 14 industri pariwisata Indonesia. Mereka terdiri dari sembilan tur operator serta lima hotel dari Bali, Nusa Tenggara Barat, Jakarta, dan Raja Ampat.

"Para industri pariwisata tersebut akan melakukan transaksi bisnis dengan para calon buyers yang sebagian besar merupakan top management, owners, manajer dari tur operator, serta hotel dan industri pariwisata lainnya yang berasal dari Prancis dan sekitarnya," ujar I Gde Pitana, didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya.

Paket-paket dengan harga menarik akan dijual dengan sebaik mungkin. Dibuat dan disesuaikan dengan minat wisatawan Prancis dan Eropa pada umumnya. Berbagai informasi yang dibutuhkan para calon wisatawan juga akan dihadirkan Kementerian Pariwisata, sehingga masyarakat Prancis akan mendapatkan informasi serinci mungkin dan jadi tambah tertarik berkunjung ke Indonesia.

Tak berhenti di situ, guna menambah daya tarik, pada penyelenggaraan IFTM Top Resa kali ini Paviliun Indonesia juga akan menyuguhkan kopi khas Nusantara, exotic drink berupa racikan minuman tradisional, minuman negara setempat, serta tidak ketinggalan menampilkan tarian tradisional.

"Upaya promosi destinasi Indonesia ke masyarakat Prancis tidak akan berhenti sampai di acara tersebut. Tapi juga dengan program-program promosi lainnya, seperti branding logo Wonderful Indonesia di Paris serta partisipasi para bursa pariwista luxury ILTM di Cannes pada 4 hingga 7 Desember mendatang," ucap Nia.

Selain itu, ia menjelaskan, sebanyak 16 Open Tours Bus Paris sejak 12 September lalu juga telah di-branding dengan Wonderful Indonesia yang akan berjalan hingga 9 Oktober 2017. Bus pariwisata itu dibungkus dengan desain destinasi wisata andalan Tanah Air seperti Candi Borobudur, Bali, Komodo, Danau Toba, serta Raja Ampat.

"Dengan adanya branding Wonderful Indonesia di Bus Open Tours Paris ini diharapkan dapat meningkatkan citra destinasi Indonesia di benak masyarakat Prancis yang pada akhirnya dapat menarik minat mereka untuk berkunjung ke Indonesia," kata Nia.

Jumlah kunjungan wisatawan Prancis ke Indonesia sendiri pada periode Januari hingga Juli 2017 menunjukkan peningkatan yang cukup pesat, yakni mencapai 144.676 wisman, meningkat 7,20 persen dari periode yang sama pada 2016 sebesar 134.965.

"Berdasarkan evaluasi VITO Prancis, minat masyarakat Prancis untuk berkunjung ke Indonesia semakin besar sejak diterapkannya visa-free policy untuk kunjungan hingga 30 hari. Indonesia bahkan menempati top 5 negara kunjungan warga Prancis di 2017," ujar Nia. Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan bahwa Prancis merupakan salah satu negara penyumbang wisatawan terbesar dari Eropa ke Indonesia. Bahkan, ia menyatakan, kunjungan wisatawan Prancis ke Indonesia telah mengalahkan Thailand.

"Rata-rata kunjungan mereka itu ke Bali 40 persen, Jakarta 30 persen, Kepulauan Riau 20 persen, dan 10 persen sisanya di wilayah lain," ucap Arief.

Ia menyebut Prancis adalah top three pasar wisatawan mancanegara Eropa yang ke Indonesia, setelah Inggris. “Geografi Perancis cukup luas, dan 60 persen lebih orang Prancis yang travelling ke Indonesia berasal dari luar Prancis," kata Arief.

Ia pun menyebut keikutsertaan Indonesia di IFTM Top Resa sebagai langkah strategis dalam membidik calon wisman Prancis yang akan bepergian long haul untuk menghabiskan liburan musim dingin mereka ke negara-negara Asia Pasifik. "Termasuk Indonesia," kata Arief Yahya.(*)