Sukses

Kemenpar Ambil Bagian di OTDYKH Leisure untuk Sasar Wisman Rusia

Liputan6.com, Moskow Langkah strategis dalam membidik calon wisatawan mancanegara (wisman) kembali dijalankan Kementerian Pariwisata (Kemempar). Strategi terbaru, kementerian di bawah komando Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ini baru saja menyelesaikan misi dalam membidik calon wisman asal negeri "Beruang Merah" Rusia.

Wonderful Indonesia dipromosikan di ajang OTDYKH Leisure yang berlangsung pada 19 hingga 21 September 2017 di Expocentre, Moskow, Rusia. Bekas negara Uni Soviet ini memang bukan pasar utama, bukan market prioritas, tetapi ada alasan khusus mengapa cukup sering dan intens digelar promosi pariwisata di sana.

Apa menariknya acara tersebut? Kenapa acara itu yang dipilih? Jawabanya karena OTDYKH Leisure merupakan salah satu ajang pameran pariwisata yang sudah berlangsung cukup lama. Ajang tersebut telah berjalan selama 23 kali, sehingga menjadi salah satu tempat yang selalu dinanti para pelaku pariwisata.

"Ini merupakan langkah strategis dalam membidik calon wisawatan mancanegara dari Rusia yang akan bepergian long haul untuk menghabiskan liburan musim dingin ke negara-negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia," ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Nia Niscaya.

Selain itu, dalam ajang tersebut tidak hanya berlangsung kegiatan business to business (B2B), tetapi juga business to consumer (B2C). Dengan demikian, semua peluang dapat dijangkau dan dijajaki, baik oleh para pebisnis maupun konsumen secara langsung.

"Ini adalah partisipasi yang ke-12 kalinya bagi Kemenpar," ucap Nia.

Ia menjelaskan, Kementerian Pariwisata memfasilitasi 12 industri pariwisata dalam pameran selama tiga hari tersebut, terdiri dari empat operator tur serta delapan hotel dari Bali dan Raja Ampat.

Para industri pariwisata tersebut melakukan transaksi bisnis dengan para calon buyers yang sebagian besar merupakan top management, owners, manajer dari tour operator, serta hotel dan industri pariwisata lainnya yang berasal dari Rusia dan sekitarnya.

Guna menambah daya tarik wisatawan, saat penyelenggaraan OTDYKH Leisure tersebut paviliun Indonesia juga menyuguhkan kopi khas Nusantara dan menampilkan tarian tradisional.

Pitana mengatakan, Rusia merupakan salah satu negara potensial di Eropa sebagai penyumbang wisman ke Indonesia. Berdasarkan data pada periode Januari hingga Juli 2017, jumlah kunjungan wisman asal Rusia mencapai 66.074 wisman. Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup pesat sebesar 42.042 dibanding periode yang sama pada 2016.

"Atau meningkat sebesar 57,16 persen," ujar dia.

Naik sekitar 22 ribu setahun, atau rata-rata 1.800-an wisatawan per bulan. Pitana pun berharap, melalui OTDYKH Lesiure, pariwisata Indonesia semakin dikenal dan lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung untuk menikmati Indonesia.

"Dan target kunjungan 108 ribu wisman pada tahun ini bisa tercapai," ucap Pitana.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan bahwa target pasar itu harus melihat 3S. Size-nya besar, Sustainable atau growth-nya berpotensi besar, dan Spread atau belanjanya besar. Selain itu, ia juga melirik cara berpromosi yang didorong melalui Go Digital.

"Hasil yang luar biasa, tidak bisa direbut dengan cara-cara biasa. Hasil yang luar biasa harus dicapai dengan cara yang tidak biasa!" kata Arief.

Jika tepat memilih channel media promosi yang pas, imbuh Arief, pasti akan menemukan pasar yang tepat pula.

"Tahun lalu digital masih 25%, tahun ini naik 50%, dan tahun depan akan dinaikkan lagi porsinya. Karena budget terbatas, maka yg dilakukan adalah dengan memilih saluran promosi yang pas, yakni digital," ujar Arief.

"Identitas Indonesia adalah keberagaman destinasi, alam yang indah, pantai yang asri, dan kebudayaan yang berbeda satu sama lain namun menjadi satu dalam sebuah keharmonisan," pungkasnya.


(*)

Artikel Selanjutnya
Bandara Ngurah Rai Yakin Capai Target Kunjungan 5 Juta Wisman
Artikel Selanjutnya
1,35 Juta Turis Serbu RI, Dominan dari China dan Australia