Sukses

Pegiat Teater Jepang dan Indonesia Bersatu Pentaskan Dionysus

Liputan6.com, Jakarta Suzuki Company of Toga (SCOT) dan Bumi Purnati Indonesia, perusahaan yang berorientasi pada pengembangan seni budaya Indonesia di dunia internasional, akan menggelar pementasan Dionysus, sebuah tragedi dalam mitologi Yunani. Yang menarik, pementasan teater ini digarap oleh sutradara Jepang dengan aktor-aktor dari Indonesia. Tak hanya itu, selain menggunakan bahasa nasional, pementasan ini juga diperkaya dengan dialog berbahasa Batak, Rejang, Madura, Manado, Sunda, dan Jawa.

Menurut informasi yang diterima Liputan6.com, Sabtu 923/9/2017), produksi ini rencananya akan dipentaskan pertama kali pada musim panas tahun depan (antara Agustus dan September 2018) di Toga Art Park of Toyama Prefeture Jepang. Sementara pementasan di Indonesia akan digelar di sekitar Oktober 2018.

Gagasan untuk menggabungkan dua ranah teater dengan tradisi yang berbeda ini muncul pertama kali pada 2015, saat Mr Suzuki yang juga seniman teater asal Jepang dan Asia Center Japan Foundation meminta Restu Imansari, pendiri The Bali Purnati Center of Arts, untuk membuat pertunjukan kolaborasi. Hasilnya, pementasan di Toga Jepang pada September 2015 mendapat sambutan sangat baik dari para penonton di Jepang.

Kemudian, Restu dan Suzuki sepakat untuk berkolaborasi mementaskan Dionysus, sebuah tragedi Yunani kuno yang ditulis oleh dramawan besar Athena Euripides.

Audisi

Audisi pun dibuka untuk menjaring aktor-aktor teater terbaik di tanah air. Digelar awal Juni 2016, proses audisi disambut meriah oleh para kelompok dan pegiat teater di Indonesia.

Dari 43 aktor yang ikut seleksi, 16 orang terpilih mengikuti latihan Metode Suzuki di desa Toga, Toyama Prefektur, Jepang pada 31 Agustus - 14 September 2016. Dari 16 aktor ini, akhirnya terpilih 13 orang untuk ikut pementasan dan menjalani latihan secaraintens di Jakarta, sebelum kembali ke Jepang untuk berlatih di bawah arahan langsung Tadashi Suzuki pada 19 April-7 Mei 2017.

Komposer Jepang, Midori Takada, sebagai penata bunyi dalam karya Dionysus melakukan penciptaan ulang tata musiknya dengan memasukan unsur musik tradisi dari berbagai wilayah di Indonesia ke dalam musik asli Dionysus.

Kostum Dionysus yang dirancang oleh Tadashi Suzuki, akan ditambahkan dengan beberapa kostum baru buatan perancang Indonesia Auguste Soesastro yang menggunakan berbagai kain unik Indonesia.

Kegiatan selanjutnya adalah latihan selama tiga pekan di Yayasan Bali Purnati selama bulan Oktober 2017, untuk pentas selanjutnya.

Artikel Selanjutnya
RI Raih Juara 3 di Festival Musik Tradisional Uzbekistan
Artikel Selanjutnya
FLS 2017 Buat Pemuda Indonesia Jadi Kreatif