Sukses

Tanjung Lesung Resmikan Pembangunan Rhino Dive Center

Liputan6.com, Jakarta Perhelatan akbar Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 diawali dengan gelaran momen peletakan batu pertama yang menandai peresmian pembangunan Rhino Dive Center Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung, sebuah pusat aktivitas olahraga selam yang dibangun di area Beach Club Tanjung Lesung. Peresmian dan penandatanganan Prasasti peletakan batu pertama dilaksanakan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, Gubernur Banten, Wahidin Halim, Bupati Pandeglang, Irna Narulita, Danrem 064/MY Banten, Kolonel CZI Ito Hediarto, dan Direktur PT Jababeka Group, Hyanto Wihadi.

Direktur PT Jababeka Group, Hyanto Wihadi, menurut informasi yang diterima Liputan6.com, Jumat (22/9/2017) menyampaikan, “Rhino Dive Center mentargetkan kedatangan 12.000 wisatawan minat khusus, wisata selam baik domestik maupun mancanegara dalam setahun bila fasilitas ini sudah mewujud. Kawasan Tanjung Lesung memang sejak lama telah dicanangkan sebagai destinasi wisata bahari karena memiliki potensi wisata selam yang begitu menjanjikan. Dalam pengembangannya, kami juga memprioritaskan penduduk setempat untuk dapat menjadi penyelam.”

Lebih jauh Hyanto menjelaskan, Banten dan khususnya Tanjung Lesung punya banyak lokasi penyelaman yang cukup beragam dan tentu saja memesona keindahan bawah lautnya seperti Krakatau, pulau Panaitan dan Peucang serta Ujung Kulon, sementara di sekitar Tanjung Lesung berada di lokasi kapal karam, mercusuar serta pasir timbul.

Pembangunan Rhino Dive Center yang bernilai investasi sekitar 10 milyar rupiah dan merupakan kerja bersama antara PT. Banten West Java dengan sebuah operator dive center ini nantinya akan menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas wisata senam seperti training center, dive shop dan akomodasi.

Sementara itu, ajang Rhino X-Tri, kejuaraan triathlon lintas alam pertama di Indonesia yang digelar sebagai ajang utama dalam Festival Pesona Tanjung Lesung mendapat dukungan dari berbagai pihak yang memiliki perhatian dan antusiasme tinggi terhadap olahraga triathlon di Indonesia maupun di mancanegara.

Founder dan General Manager Asia Trail Master, Kris Van de Velde mengatakan, “Saya sangat merekomendasikan semua orang untuk ikut mencoba tantangan seru di Rhino X-Tri, ajang besar offroad triathlon pertama di Indonesia. Selain offroad triathlon, para penggila lari dapat berpartisipasi di Sunset Trail Run sementara untuk atlet sepeda dapat berkompetisi di Mountain Bike Cross Country Marathon (MTB XCM).”

Simak juga video menarik berikut ini:

Rhino X-Tri

Sementara itu, Abdoullah Mitiche, atlet trail run berkebangsaan Aljazair ikut berkomentar bahwa Rhino X-Tri, Sunset Trail Run dan MTB XCM pasti menawarkan suatu tantangan yang luar biasa karena dihelat di Tanjung Lesung serta kesempatan ini adalah yang pertama kali di Indonesia. Sepulang dari kejuaraan Iron Man Race di Tennessee, Amerika Serikat, dirinya akan segera mempersiapkan diri untuk kejuaraan di Tanjung Lesung ini.

Rhino X-Tri terbagi dalam dua kategori yaitu Rhino dan Bull yang dibedakan berdasarkan jarak lomba. Di kategori Rhino yan terdiri dari 2 sub kategori yaitu Individu yang terbagi dalam kelas Open (Untuk peserta berumur 20-39 tahun) dan Master (Untuk peserta berumur 40 tahun keatas) serta Team Relay melombakan nomor-nomor berupa 1000 meter renang, 20 kilometer balap sepeda dan 10 kilometer balap lari lintas alam.

Sementara untuk kategori Bull hanya terbagi dalam satu kategori yaitu Individu dengan 2 sub kategori yaitu Open dan Master. Kompetisi terbagi menjadi 500 meter renang, 10 kilometer balap sepeda dan 5 kilometer balap lari lintas alam. Di kelas relay, para atlit olahraga di tiga cabang itu dapat bekerjasama dalam sebuah tim untuk menjalani lomba dimana peserta dalam satu tim terdiri dari dua hingga tiga orang.

Saksikan Live Streaming Jakarta Fashion Week 2018

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Catat, Festival Pesona Tanjung Lesung Digelar Akhir Bulan Ini
Artikel Selanjutnya
PLTU Jawa 4 Jadi Komplek Pembangkit Terbesar di Asia Tenggara