Sukses

Menolak Bala dengan Ritual Ruwat Sukerta Tujuh Air Suci

Liputan6.com, Surabaya Puluhan orang dari berbagai kota di Jawa Timur rela antre di halaman Pendopo Agung Trowulan, Mojokerto untuk diruwat menggunakan tujuh jenis air suci, Jumat (22/9/2017). Ritual yang digelar setiap awal bulan Sura atau bulan Muharram pada penanggalan Hijriah ini dipercaya bisa menolak balak dan membersihkan kotoran yang melekat di hati.

Bukan hanya orang dewasa, peserta ruwat Sukerta ini juga diikuti balita dan remaja. Mereka berharap bisa mendapatkan keberkahan dari siraman air yang diambil dari tujuh sumber mata air yang diunduh dengan ritual khusus oleh panitia. Tujuh jenis air ini dianggap sebagai air suci yang bisa menyucikan.

“Air suci tersebut yakni air sumber dari dalam tanah, air hujan, air embun, air laut, air sendang, air kelapa dan air tempur. Semuanya dicampur agar benar-benar bisa membersihkan kotoran hati atau sifat buruk manusia,” tutur Pemangku Adat Ki Wiro Kadeg Wongso Jumeno.

Ki Wiro menjelaskan, Sukerta sendiri berasal dari bahasa Jawa yakni suker, artinya kotoran atau aib. Sehingga, kotoran yang melekat pada jiwa manusia itu perlu dibersihkan dengan cara ruwatan menggunakan tujuh air suci petirtaan.

Setiap peserta yang mengikutinya, diwajibkan mengenakan kain putih polos sebelum diruwat. Hal itu melambangkan setiap orang harus melepaskan hal keduniawian agar bisa kembali bersih.

“Maknanya tidak jauh seperti ibadah haji, kain putih ini sebagai simbol kebersihan dari kotoran duniawi,” kata Ki Wiro.

Datang dari berbagai daerah

Peserta yang mengikuti ruwat Sukerta tersebut bukan hanya dari dalam Mojokerto saja, namun berasal dari berbagai daerah seperti Trenggalek, Surabaya, Sidoarjo, dan Jombang. Mereka sengaja datang demi mendapat keberkahan dan dijauhkan dari bala.

Agus Sugiono (53) misalnya, dia datang sari Surabaya mengajak istri beserta anaknya yang masih berusia enam tahun untuk mengikuti ruwat tersebut. Dirinya berharap dengan siraman air suci itu bisa menolak balak serta melancarkan usahanya.

“Saya mendapat pengumuman ada acara ruwat massal ini jadi saya langsung ikut bersama keluarga saya,” ujar Agus.