Sukses

Bukit Kingkong dan Cinta, Spot Cantik di Bromo Tengger Semeru

Liputan6.com, Jakarta Ingin Memburu Sunrise Matahari Terbit di puncak Bromo Tengger Semeru? Kejadian langka serta view point pemandangan Bromo semeru yang dilihat dari ketinggian sekitar 2600 mdpl itu? Datang saja ke spot ini.

Ya, Bukit Kingkong dan Bukit Cinta. Dua bukit ini terletak di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

"Bukit Kingkong dan Bukit Cinta itu spot yang sangat menarik untuk melihat matahari terbit dan pemandangan Gunung Bromo, Batok dan keindahan sekitarnya," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Sarif Hidayat.

Bukit cinta dan bukit kingkong ini letaknya berdampingan, hanya saja bukit kingkong di bromo ini jalurnya menanjak .

Dinamakan Bukit Kingkong Bromo karena pada salah satu bagian tebing di bukit ini terlihat menonjol. Dan jika dilihat lebih seksama tonjolan tebing tersebut terlihat layaknya seperti kepala dan wajah kingkong.

Tebing yang menyerupai kepala dan wajah kingkong itu tentunya terpahat secara alami dan tepatnya berada persis si belakang pagas pembatas keamanan untuk pengunjung berdiri. "bagian batu yang menonjol dan beberapa cekungan yang terukir disekitarnya dianggap menyerupai bentuk mata dan hidung kingkong," tambahnya.

Bukit yang memiliki ketinggian 2.600 mdpl yakni sedikit lebih rendah dibandingkan dengan penanjakan 1 Bromo ini, selama ini menjadi alternatif yang bagus saat penanjakan 1 dan 2 Bromo dipadati pengunjung. Pesona yang didapatkan pun tak jauh beda, dari sudut pandang yang lebih rendah pengunjung masih dapat menikmati pemandangan pesona matahari terbit dengan latar belakang Gunung-Gunung eksotis yang memanjakan mata yaitu Gunung bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru.

"Selain itu, lanskap panorama yang didapatkan dapat lebih luas dan menakjubkan. Wisatawan yang menyaksikan pemandangan matahari terbit dari atas puncak bukit Kingkong ini juga dapat melihat terbentangnya samudera pasir atau kaldera Bromo, Gunung semeru serta pemandangan kota Probolinggo dan Pasuruan.

Sedangkan dinamakan Bukit Cinta, imbuh Sarif, konon dulunya ada yang berkunjung ke bromo menemukan jodohnya di tempat tersebut. Keduanya setelah menikah akhirnya mengunjungi tempat yang dulu pernah mempertemukannya kedua sejoli tersebut dan memberi nama bukit cinta," lanjutnya.

"Bukit Cinta dan Bukit Kingkong itu spot sama menariknya saat sementara ini Bukit Penanjakan ditutup untuk wisatawan selama 3 bulan dalam rangka perbaikan sarana dan prasarana dibukit yang selama ini menjadi favorit wisatawan untuk melihat sunrise matahari terbit," ujarnya.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memang telah mengumumkan akan menutup obyek wisata Bukit Penanjakan selama tiga bulan per tanggal 11 September hingga 10 Desember 2017.

Penutupan tersebut tertuang dalam pengumuman resmi dari pihak TNBTS No PG 3/T.8/TU/TU.1/8/2017 tentang penutupan Bukit Penanjakan tertanggal 30 Agustus 2017 yang ditandatangani, Jhon Kenedie, sebagai Kepala Balai Besar TNBTS, di Malang.

Ia menjelaskan sarana dan prasarana yang diperbaiki itu meliputi tangga untuk naik, pendopo, dan tribun. Bukit Penanjakan menjadi tempat favorit wisatawan yang ingin menikmati sunrise di Bromo.

"Ya hanya di Bukit Penanjakan yang ditutup. Tribun, tangga, pendopo dihilangkan sehingga bisa menampung lebih banyak pengunjung," jelasnya.

Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan membuat jalur masuk dan keluar wisatawan di Bukit Penanjakan. Ada perbaikan pagar untuk menunjang keamanan wisatawan. Sarif menggarharapkan para agen wisata maupun masyarakat bisa mengetahui tentang penutupan Bukit Pananjakan. Selain itu, wisatawan diminta untuk mencari titik-titik pengamatan lain yang ada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kementerian Pariwisata sendiri manyampaikan bahwa destinasi wisata di taman-taman nasional di Indonesia memang harus memperoleh perhatian khusus. Misalnya soal sampah, soal toilet yang layak, bersih dan terjaga rapi. "Kelemahan destinasi kita adalah soal toilet, rata-rata butuh perhatian khusus, dan ini harus segera ada pihak yang serius mengurus," kata Arief Yahya.

Dia berpendapat, kalau ingin melihat budaya sebuah bangsa, lihatlah toiletnya. Kalau bersih, baik, terawat, maka begitu juga cermin budaya masyarakatnya. "Karena itu, jaga kebersihan toilet, sebagaimana kalian menjaga nilai budaya bangsamu!" kata Arief Yahya.

Dan Perbaikan sarana prasarana tidak hanya di kawasan bukit penanjakan merupakan bagian dari pengembangan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang merupakan salah satu destinasi wisata prioritas nasional. Selain TNBTS, juga ada Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo Bajo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

 

 

(*)

Artikel Selanjutnya
Bukit Seroja Wonosobo, Wisata Alam Cantik yang Bikin Melongo
Artikel Selanjutnya
7 Wisata Alam Eksotis yang Paling Instagenic di Makassar