Sukses

Kenang Benyamin Sueb, Teater Abnon Gelar Pementasan

Liputan6.com, Jakarta Benyamin Suaeb bukan hanya sekadar nama. Sosok seniman asli Betawi tersebut merupakan legenda di dunia perfilman dan seni tarik suara Indonesia. Karya-karyanya tak lekang oleh zaman dan masih bisa kita nikmati sampai sekarang. Misalnya lagu Hujan Gerimis dan Bang di Sini Aje Bang.

Sebagai persembahan dan wujud apresiasi kepada sosok Benyamin Suaeb, Teater Abang None (Abnon) Jakarta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Fondation menggelar sebuah konser teatrikal berjudul "Babe, Muka Kampung Rejeki Kota" yang mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb.

Konser yang diproduseri oleh Maudy Koesnaedi dan disutradarai oleh Agus Noor ini akan diselenggarakan selama dua hari pada 15 dan 16 September 201, bertempat di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Dikenal sebagai sosok yang kocak, lewat karyanya baik musik, film, dan panggung pertunjukan, Benyamin adalah salah satu tokoh yang berjasa mengangkat gambang kromong lebih dikenal dan didengar hingga saat ini,” jelas Maudy.



Karena alasan tersebut, Teater Abnon memilih konsep teatrikal dengan mengaransemen lagu-lagu yang pernah dipopulerkan oleh Benyamin menggunakan orkestra berkolaborasi dengan gambang kromong.

Lebih dari 30 lagu yang pernah populer mengiringi perjalanan karier seniman legendaris tersebut diaransemen ulang oleh Ifa Fachir sebagai penata musik dan akan dibawakan dalam konser tersebut. Konser ini juga dimeriahkan oleh Indra Bekti, Tommy Tjokro, Astry Ovie, dan Abang-None Jakarta lainnya.

Tokoh yang Selalu Dikenang

Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan, keterlibatan Teater Abang None dalam mementaskan konser teatrikal untuk Benyamin Sueb merupakan bentuk kontribusi positif dalam melestarikan, mengembangkan serta meningkatkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa.

“Melalui pertunjukan ini, kami berharap bahwa kami dapat menyampaikan semangat kegembiraan dan sifat positif Benyamin sebagai tokoh yang akan selalu kita kenang,” pungkas Maudy.

Artikel Selanjutnya
Teater Poda, Refleksi Kehidupan Dalam Pertunjukan Menyayat Hati
Artikel Selanjutnya
Penampilan Menawan Indah Kurnia bersama Twilite Orchestra