Sukses

Goresan Pengusik Ketentraman dari Lukisan Maritim Yos Suprapto

Liputan6.com, Jakarta Lukisan dapat memberikan seribu pesan yang berbeda pada penikmatnya. Hal ini yang sangat diperhatikan betul oleh Yos Suprapto dalam pamerannya “Arus Balik Cakrawala 2017” yang telah dibuka pada Kamis (14/9/2017) di Gedung D Galeri Nasional Indonesia.

Setelah melakukan penelitian selama setahun di Banyuwangi dan Indonesia Timur, Yos berhasil mengungkapkan berbagai pandangannya dalam berbagai lukisan kontemporernya. Dengan mempertahankan estetika berupa garis, warna dan gaya khas ala surealistik, ia memperlihatkan sebuah mata rantai budaya yang hilang. Yakni kekuatan budaya bahari.

Berbagai kritik sosial ini muncul dalam 33 karya lukisan, mengenai kebudayaan bahari yang lenyap kibat berbagai kekuasaan. Mulai dari kerajaan besar Nusantara yang memunggungi laut akibat konflik antardaerah, hingga kekuatan kolonial yang memutuskan kekayaan rantai kebudayaan laut bangsa.

 

1 dari 2 halaman

Arti Kegelisahan

Perjalanan budaya bangsa ini dinilai penting oleh Yos, dalam lukisan provokatif yang menegangkan. Menggangu kenyamanan dan ketenangan, dalam sebuah masalah besar yang berlarut-larut. Warna hitam, merah, nuansa biru, aneka hijau, cokelat, kuning, jingga dan putih, ditampilkan dalam komposisi yang beragam. Tidak halus atau lembut, tapi tetap ada ketegangan di dalamnya seperti kesan pesan yang lantang disisipi kisah simbolik.

“Ekspresi pada karya Yos memiliki kebahagiaan kesan dan pesan yang langsung dan lantang. Tetapi juga terdapat yang lembut dan simbolik. Ringkas cerita, koleksi karya Yos Suprapto mengandung kegalauan seluruh dimensi berkehidupan di Indonesia,” ungkap Prof. Dr. Setiawan Sabana, MFA. Guru besar FSRD ITB.

Dalam keprihatinan ini juga ada harapan akan “arus balik” ke masa depan yang lebih baik. Namun hal ini akan hanya terwujud apabila kita berhenti memunggungi laut dan kembali menghidupkan budaya maritim. Inilah pesan yang ingin disampaikan oleh Yos dalam karya ini.