Sukses

Pasangan yang Menikah Muda Rentan Bercerai, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta Menikah merupakan momen yang bahagia bagi pasangan kekasih. Hal ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu setelah sekian lama berhubungan. Namun siapa sangka ternyata pernikahan bukanlah akhir perjalanan cinta Anda dan pasangan. Masih muncul permasalahan-permasalahan yang membawa hubungan pernikahan pada perceraian.

Salah satu penyebab terbesar terjadinya perceraian yaitu menikah di usia muda. Seperti yang dilansir dari situs Telegraph, Jumat (15/9/2017), berdasarkan data dari Biro Statistik Australia bahwa pasangan muda lebih beresiko bercerai. Data ini menyebutkan pasangan muda biasanya memutuskan berpisah rata-rata pada tahun ke-4 pernikahan.

Berdasarkan survei ini, bukan berarti Anda yang menikah di usia muda akan bercerai. Namun tingkat emosional dari kedua pasangan masih belum stabil. Saat muda Anda mengalami masa transisi, ketika Anda mengalami masa ini dalam sebuah hubungan serius seperti pernikahan, kecocokan dari pasangan Anda akan menentukan akan seperti apa hubungan tersebut ke depannya.

 

 

 

1 dari 3 halaman

Fakta dari ahli percintaan

Selain itu, Dr Belinda Hewitt, pakar hubungan dari University of Queensland juga mengungkapkan dalam menghadapi masalah, pasangan muda akan sulit mengontrol diri dan emosi. Pikiran bercerai akan selalu terlintas di benak Anda. Bahkan membayangkan hidup yang lebih baik lagi jika Anda menyudahi hubungan yang saat ini dijalani.

Berbeda halnya dengan Anda yang menikah di usia matang. Banyak pertimbangan yang dipikirkan ketika menghadapi permasalahan dalam pernikahan. Sebisa mungkin Anda dan pasangan akan mencari jalan keluar tanpa harus mengakhiri dengan perceraian. Anda yang menikah di usia matang akan memikirkan kesulitan di masa depan jika Anda lalui tanpa kehadiran pasangan.

2 dari 3 halaman

Rentang usia ideal untuk menikah

Rentang usia yang terrbilang muda untuk menikah dan beresiko bercerai yaitu pada umur 20 tahun ke bawah. Sementara usia yang tepat untuk menikah sehingga sudah mulai memiliki emosi yang stabil yaitu di usia 25 tahun ke atas. Selain itu menikah di usia yang matang juga meminimalisir permasalahan yang datang salah satunya finansial. Anda dan pasangan sudah memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan yang cukup untuk hidup bersama dan membesarkan sang buah hati nantinya.

"Bagian dari otak manusia akan berpikir dengan tenang, tidak berlebihan dalam menghadapi masalah, menerima kenyataan, dan kebiasaan dalam hidup akan mulai terbangun saat memasuki usia 20 tahun. Ketika usia menginjak 25 tahun pemikiran semakin matang sementara finansial juga mendukung untuk menjalani hidup bersama pasangan," ungkap Belinda.

Artikel Selanjutnya
Belum Lama Pacaran, Idealkah Pernikahan Raisa dan Hamish?
Artikel Selanjutnya
Alasan Pasangan Baru Pacaran Langsung Nikah seperti Raisa-Hamish