Sukses

Unik, Klinik Kecantikan Ini Hadirkan Instalasi Artwork

Liputan6.com, Jakarta Dekorasi yang apik mendukung ketenangan dan kenyamanan pasien saat mendatangi klinik kecantikan. Melihat hal ini Bamed Healthcare meluncurkan konsep terbarunya yaitu Embracing Realness yang divisualisasikan dalam sebuah karya instalasi artwork karya pegiat seni Indonesia, Monica Hapsari.

Embracing Realness dilandasi pemikiran bahwa setiap orang dapat menunjukkan kecantikan alami yang bersifat khas pada masing-masing individu. Konsep ini mengajak para wanita untuk keluar dari konsep kecantikan yang stereotipe yaitu cantik terlihat dari bentuk tubuh yang langsing, rambut hitam panjang, dan kulit yang putih.

Berbeda dengan konsep baru ini yang mendefinisikan kecantikan merupakan kesehatan, sehat beraktifitas, sehat berkarya, sehat membawa berkah dan manfaat buat orang lain tanpa melihat dari jenis kulit, usia, ras, suku atau kepribadian yang berbeda-beda. Konsep ini dihadirkan melalui karya seni Instalasi yang kreatif dan inovatif, yaitu instalasi artwork yang akan mempermudah masyarakat memahami pesan yang disampaikan.

”Instalasi artwork merupakan terobosan terbaru dari Bamed dengan berkolaborasi dengan Monica Hapsari, seorang pegiat seni lulusan ITB yang menampilkan karya instalasi artwork mix media. Ia akan mengisi dinding-dinding Bamed klinik dengan insiprative drawing agar klinik terlihat tidak kaku dan pesan lebih mudah tersampaikan. Instalasi artwork mix media menggambarkan wanita dari berbagai kalangan, diantaranya hitam, gendut, dewasa tua dll,” kata dr. Yassin Yanuar Direktur Utama Bamed Healthcare pada konferensi pers Kamis (7/9/2017).

 

 

1 dari 3 halaman

Arti cantik saat ini

Dengan instalasi ini, selain memberikan keindahan dan kenyamanan bagi pasien saat memasuki klinik, juga meyakini bahwa semua orang memiliki kecantikan masing-masing dan dapat menerima jati diri mereka yang sebenarnya. Hal ini akan menggeser paradigma masyarakat saat ini yang menganggap cantik itu harus putih, tinggi, dan langsing.

Pada generasi millenials saat ini, banyak orang terpengaruh oleh stereotipe kecantikan perempuan sebagai dampak image-image yang disodorkan di media. Perempuan cantik itu digambarkan harus putih, bertubuh super kurus, berambut panjang dan hitamyang menjadi tolak ukur kecantikan. Alhasil, mereka-mereka yang tidak termasuk kategori ini seketika merasa tidak termasuk golongan wanita yang cantik.

2 dari 3 halaman

Instalasi artwork di klinik Bamed

“Untuk pertama kalinya saya bekerjasama dengan sebuah klinik spesialis kulit, karena pada dasarnya tidak banyak klinik kecantikan yang mengusung konsep realita ini. Bamed bagi saya adalah salah satu klinik visioner dan termasuk mengusung idealisme besar dalam berkarya. Bamed Healthcare memiliki misi menyehatkan fisik dan mental, mengembalikan dan meluruskan pola pikiran perempuan Indonesia tentang makna kecantikan,” kata Monica Hapsari ilustrator asal ITB.

Instalasi artwork di Bamed ini menggunakan teknik menggambar yang dasarnya adalah gambar manual tangan dan setelah itu melewati proses-proses digital lainnya. Namun demikian, goresan tangan asli tetap menjadi ciri khas utama, terutama di tembok paling besar ukuran 220x260 cm. Pada tembok paling besar juga terdapat instalasi interaktif, sehingga pasien bisa memutar dan menggerakkan bunga-bunga yang menonjol dari dalam gambar.

Artikel Selanjutnya
PUMA Hadirkan Gerai Kolaborasi Pertama di Asia Tenggara
Artikel Selanjutnya
Unik, Deodoran dengan Aroma Pumpkin Spice Latte