Sukses

Koleksi Aksesori Pengrajin Indonesia Mejeng di New York

Liputan6.com, Jakarta Hasil karya pengrajin aksesori Indonesia kini tidak hanya bisa ditemukan di dalam negeri. Yang terbaru, para pengrajin lokal Indonesia berhasil memamerkan hasil karya mereka di kancah internasional. Salah satunya hadir dalam pagelaran mode bergengsi New York Fashion Week 2017.

Bersama Gallery of Indonesia hari ini produk pengrajin aksesori tanah air tampil di acara Nolcha Fashion Lounge, yang merupakan rangkaian dari acara New York Fashion Week 2017 di New York, Amerika Serikat.

Ini adalah kali pertama, koleksi aksesori pengrajin Indonesia hadir di acara ini. Nolcha Fashion Lounge adalah merupakan acara bagi Media Fashion terutama bagi fashion blogger.

 

 

1 dari 3 halaman

Tujuan pameran di New York

Tujuan dari acara ini adalah mendapatkan review berupa input dan penulisan dari media-media yang hadir. Acara ini dihadiri lebih dari sekitar 150 orang dari berbagai media dan utamanya fashion blogger yang hadir dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat.

“Kami sangat bangga bisa menghadirkan Indonesia di acara ini, input yang kami dapatkan sangat positif dan satu hal yang membuat kami sangat senang adalah banyaknya media yang datang ke booth Gallery of Indonesia merupakan generasi milenial. Ketertarikan mereka terhadap cerita dibalik proses pembuatan produk-produk yang kami hadirkan, terutama mengenai tenun dan wanita pengrajin tenun di Indon" kata Mey Hasibuan, CEO Gallery of Indonesia pada rilis yang diterima Liputan6.com, Selasa (12/9/2017).

2 dari 3 halaman

Produk aksesori yang dipamerkan

Produk-produk yang dipamerkan merupakan hasil karya pengrajin wanita Indonesia dengan brand Ms Mysa dengan koleksi mutiara air tawar, House of Shiloh dengan tas tangan atau clutch dan koper kecil dari kain tenun NTT.

Selain itu juga ada produk-produk dari Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Mikro dan Tropical Forest Conservation Act dengan kain tenun Dayak Iban menghasilkan berbagai produk fashion mulai tas, dompet, sepatu hingga topi hasil tenunan pengrajin di daerah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.