Sukses

Mana yang Lebih Enak, Empal Gentong atau Empal Asem Cirebon?

Liputan6.com, Jakarta Berkunjung ke Cirebon pasti kurang pas tanpa menyicipi sajian empal. Terletak di kawasan Tuparev, restoran ini menyajikan makanan khas Cirebon yang sudah 23 tahun berdiri. Inilah Empal Gentong H. Apud yang dikunjungi oleh Liputan6.com, Selasa (7/9/2017).

Buka dari pukul 10 pagi hingga 10 malam, Empal Gentong H.Apud menyajikan kuliner khas Cirebon yang sayang bila dilewatkan. Mulai dari Empal Gentong, Empal Asem, Sate Kambing, hingga sajian spesial Nasi Lengko. Namun banyak perdebatan yang terjadi dengan Empal Gentong yang spesial Cirebon, karena memiliki dua rasa yang berbeda.

Empal Gentong sendiri merupakan sajian khas yang menggunakan kuah santan. Nantinya daging sapi dari berbagai bagian mulai dari daging has, kikil, jeroan, hingga lidah dan mulut sapi, direbus hingga menghasilkan kaldu sapi yang nikmat didalam gentong dengan api dari kayu bakar. Setelah direbus 4 jam, barulah kaldu sapi ini dicampur dengan bumbu Empal Gentong serta santan dan disajikan.

Berbeda dengan Empal Gentong, Empal Asem dari Cirebon ini memiliki kuah yang berbeda. Selain tidak menggunakan santan, empal ini menggunakan racikan belimbing wuluh sebagai sumber rasa asam. Hasilnya? Kuah berwarna lebih bening dan tidak memiliki banyak minyak layaknya Empal Gentong.

 

1 dari 2 halaman

Bagaimana kelezatannya?

Sebelum disajikan, daging yang sudah direbus dan dikeringkan disiapkan dengan cara dipotong kecil-kecil. Barulah ditambah dengan potongan seledri dan tomat, dan disiram dengan kuah santan atau kuah asam. Tentunya hidangan ini semakin nikmat dipadukan dengan nasi putih dan emping yang lezat.

Lalu bagaimana rasanya? Empal Gentong memiliki citarasa gurih yang kuat karena perpaduannya dengan santan. Selain itu, sensasi Empal Gentong juga memberikan rasa yang berat sehingga cocok dinikmati pada malam hari sebagai makan malam. Sajian ini mirip dengan kombinasi soto dan gulai kuning yang nikmat.

Berbeda halnya dengan Empal Asem, yang ternyata memiliki rasa menyegarkan. Rasa asam yang berbalut dengan gurihnya daging, membuat Anda lebih bebas berkreasi dengan tambahan sambal dan kecap di kuahnya. Seperti bakso, Empal Asem memiliki rasa ringan dan bisa disantap sebagai sarapan, makan siang, maupun makan malam. Lalu rasa mana yang lebih Anda sukai?

Artikel Selanjutnya
Menggoyang Lidah, Nikmatnya Soto Klethuk Khas Blora Patut Dicoba
Artikel Selanjutnya
Menyantap Menu Autentik Negeri Tirai Bambu di Jakarta Barat