Sukses

Libur Panjang, Warga Serbu Tempat Wisata di DKI Jakarta

Liputan6.com, Bali Liburan panjang Hari Raya Kurban Idul Adha betul-betul dirasakan impact nya buat industri pariwisata. Menpar Arief Yahya mengamati pergerakan wisnus selama #PesonaLongWeekEnd pekan lalu sangat bagus. "Destinasi wisata hidup, karena banyak wisnus yang berpesiar," kata Arief Yahya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta bahkan mencatat, lebih dari 1 juta wisatawan mengunjungi lokasi wisata di Ibukota selama libur panjang Idul Adha 1438 H mulai dari 29 Agustus hingga 3 September ini.

"Dalam rangka libur panjang Idul Adha 1438, sebagian besar warga Jakarta memanfaatkan momen ini untuk pulang kampung dan berlebaran kurban bersama keluarga mereka. Namun, banyak pula warga Jakarta yang lebih memilih mengunjungi lokasi lokasi wisata di Jakarta," kata Dr. Tinia Budiarti, MA, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Dijelaskan Tinia, ada sekitar 16 lokasi yang dikunjungi wisatawan tersebut adalah Kawasan Fatahillah, Museum Sejarah Jakarta, Museum Juang 45 dan MH Thamrin, Museum Prasasti, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Tekstil, Museum Bahari, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Planetarium Jakarta, Monas, Kepulauan Seribu, kawasan Car Free Day, Ancol, Taman Mini Indobnesia Indah dan Taman Margasatwa Ragunan.

"Di Taman Margasatwa Ragunan dalam libur panjang ini, jumlah kunjungan selama dua hari libur (1-2/9) mencapai 61.983 orang," lanjut Tinia.

Meski jumlah pengunjungnya tidak seperti pada saat libur Hari Raya Idul Fitri yang bisa mencapai seratus ribu wisatawan dalam sehari, jumlah pengunjung tersebut setara dengan kunjungan di akhir pekan pada hari-hari biasanya.

Harga tiket masuk yang ramah bagi semua kalangan masyarakat, menjadikan taman ini sebagai lokasi paling favorit untuk dikunjungi masyarakat ketika hari libur tiba.

Juga di lokasi Car free day yang tetap diadakan meski sedang hari libur panjang Idul Adha, ribuan orang tampak menjejali kawasan Jalan Sudirman hingga Thamrin itu. "Banyak promo digelar termasuk kehadiran artis Cinta Laura, termasuk acara funwalk dan senam Maumere yang digelar Himpaudi," jelas Tinia.

Kemudian senam pagi dengan tema "Ayo Sarapan Buah" oleh Fruitsal digelar di Jalan Teluk Betung. Ada pula acara penyuluhan program-program Kementerian Sosial dengan menggelar senam aerobic, penyuluhan antinarkoba dan antipornografi.

Juga ada keseruan bazaar Harpelnas 2017 akan digelar di Wisma Mandiri Thmarin dari Next Brand, dan senam zumba, aerobik, pound fitness di Pintu Satu Senayan oleh Tauzia (Hotel HARRIS).

Pantauan Dinas Pariwisata DKI Jakarta terhadap Kawasan Ancol juga serupa. Taman Impian Jaya Ancol masih menjadi alternatif warga DKI Jakarta untuk mengisi libur Iduladha kali ini. Berdasarkan data dari Humas Ancol hingga pukul 10.00 WIB, tercatat lebih dari 15 ribu pengunjung datang ke kawasan wisata di jakarta Utara ini.

Ribuan orang juga memadati Monumen Nasional menjadi lokasi favorit liburan bagi masyarakat, baik warga Jakarta maupun di luar Jakarta.

"Dari data yang kami terima, yang masuk ke Tugu Monas, tanggal 1 September sebanyak 9.737 dan hari berikutnya 10.245. Sedangkan pengunjung yang ada di kawasan Monas, tanggal 1 September sebanyak 88.232 orang dan hari berikutnya melonjak menjadi 121.341 orang. Lonjakan kenaikan ini sampai 3 kali lipat dibanding hari-hari biasa," ujarnya.

Pengunjung yang mengunjungi Museum Sejarah juga sami mawon, meningkat drastis, tanggal 1 September 4.478 orang dan tanggal 2 September sebanyak 4.445 orang. Juga Museum seni, selama dua hari didatangani wisatawan sebanyak 7.600 orang.

"Yang menarik, adalah perkampungan budaya betawi setu babakan, usai dihadiri Presiden Jokowi dalam acara festival Lebaran Betawi akhir bulan lalu, kini lokasi ini menjadi salah satu tempat favorit bagi wisatawan," urainya

Perkampungan Betawi Setu Babakan kini menjadi salah satu destinasi wisata utama Jakarta untuk mengenal kebudayaan Betawi. Perkampungan yang terletak di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini masih memelihara warisan seni dan budaya Betawi asli.

Wisatawan dapat menemukan berbagai kesenian dan adat budaya khas Betawi, seperti tari topeng, marawis, seni gambus, lenong, tanjidor, gambang kromong, ondel-ondel, tari cokek yang ditampilkan pada setiap hari Sabtu dan Minggu.

"Lonjakan wisatawan terjadi pada tanggal 3 September yang mencapai 859 orang, dimana hari sebelumnya berjumlah 412 orang tanggal 1 September dan 553 orang pada tanggal 2 September," tambahnya

“Hampir semua tempat wisata penuh, Efek pariwisata di long weekend ini sangat dahsyat. Bahkan UMKM pun ikutan laris, para pedagang pun ikut kecipratan rezeki karena keramaian ini,” ujarnya

Menpar Arief Yahya pun sumringah. Mantan Dirut Telkom itu menilai Jakarta memang menjadi salah satu kota tujuan wisata menarik bagi warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Dampaknya memang sangat besar.

Hampir semua destinasi wisata saat libur Idul Adha+ full 100 persen. Hotel ikutan full, bandara penuh, kereta api dan bus juga demikian. Dampak ekonomi linier langsung naik sekitar 70 persen dari biasanya. “Betapa kuatnya wisatawan domestik kita saat libur Idul Adha ini ," jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Sektor pariwisata memang memberikan impact besar bagi Jakarta. Dari data Dinas Pariwisata Banyuwangi, selama tahun 2016, Kunjungan wisatawan mancanegara yang dirilis BPS dan Kemenpar RI ke Jakarta di tahun 2016 berjumlah 2.512.005 atau mengalami kenaikan 5.67 persen dari tahun 2015.

Sedangkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di 2017 mulai dari Januari – Mei berjumlah 1.032.145. Sementara jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke DTW di 2016 berjumlah 32.673.965 mengalami peningkatan dari jumlah 30.512.989 di 2015. Sedang untuk 2017 mulai dari Januari – Mei berjumlah 13.311.137 wisatawan.

Sementara pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Jakarta dari sektor pariwisata pada 2016 mencapai Rp 4.722.778.604.113. Jumlah ini mengalami peningkatan dibanding pada 2015 sebesar Rp 4.300.144.885.688. Sedang untuk 2017 mulai dari Januari – Mei, PAD dari sektor pariwisata terhitung Rp 2.029.551.435.320.

"Kami optimis jumlah wisatawan yang berkunjung ke DKI Jakarta akan melebihi target. Tahun ini target wisatawan domestik 3 juta orang dan target wisman 30 Juta orang,"kata Menpar Arief Yahya.

Pemprov DKI saat ini tengah merevitalisasi kawasan Kota Tua sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata di Jakarta. Selain itu, Kepulauan Seribu juga menjadi destinasi yang tengah dikembangkan dan masuk menjadi satu dari 10 destinasi wisata strategis nasional. "Ayo Jakarta, maju pariwisatanya, Selamat menikmati Liburan," pungkasnya.


(*)

Artikel Selanjutnya
Polisi Antisipasi Kemacetan Lokasi Wisata Saat Libur Idul Adha
Artikel Selanjutnya
Wow, Sampah di Kota Padang Capai 500 Ton per Hari Selama Lebaran