Sukses

Moms, Mau Resign dan Jadi Pengusaha? Miliki 6 Hal Ini Dulu

Liputan6.com, Jakarta Perempuan yang menikah lalu punya anak seringkali memicu masalah klasik, yaitu antara ingin tetap menjalani karier atau tinggal di rumah sambil membuka usaha.

Biasanya ini menimpa wanita karier yang ingin bisa memantau perkembangan anak dan mengurus keluarga, namun tetap ingin berpenghasilan secara mandiri.

Salah satu caranya apalagi kalau bukan dengan membuka bisnis yang bisa dijalankan di rumah. Atau paling tidak bisa dikelola tanpa harus meninggalkan anak di bawah pengasuhan orang lain.

Untuk para orangtua yang sedang dilanda dilema dan sudah lama berpikir untuk resign demi menjadi entrepreneur, DuitPintar.com punya saran nih. Miliki dulu enam hal ini sebelum mengambil keputusan meninggalkan karier Anda. 

1. Paham soal produk atau jasa yang dijual
Wajib bagi Anda untuk menguasai dan paham betul produk atau jasa yang nantinya akan dijual. Jangan hanya karena tren saja lantas nekat berbisnis.

Ingat, ada banyak investasi yang harus dipersiapkan. Mulai dari waktu, pikiran, energi, hingga materi. Tak mau kan bisnis yang dibangun kandas dalam waktu singkat tanpa hasil?

2. Memiliki mental pengusaha
Elemen yang satu ini tidak kalah penting. Saat terjun menjadi seorang pengusaha, yang namanya pujian dan kritik bisa datang dari berbagai arah. Berbeda halnya saat kita masih menjadi karyawan.

Kalau buka usaha sendiri, Anda akan berhadapan dengan banyak pelanggan yang punya karakter beragam. Selain harus memiliki mental yang siap dikritik, siapkan juga mental menghadapi kemungkinan saat rugi membayangi usaha yang digeluti.

Menjadi entrepreneur pasti tidak lepas dari risiko gagal. Kalau belum bisa menerima risiko itu, lebih baik tahan dulu niat Anda untuk membuka usaha.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: 

3. Target market jelas

Membidik target pasar yang jelas dan spesifik tentu saja sangat penting. Dengan mengetahui target market, Anda juga bisa menjual produk atau jasa secara tepat sasaran. Bisnis yang dijalankan juga jadi lebih jelas dan terarah.

Misalnya, usaha katering makanan rumahan yang ditujukan untuk anak muda yang sibuk bekerja. Jika sudah jelas sasarannya, Anda bisa menciptakan menu-menu yang kekinian, praktis, sehat, dan rasanya pas untuk mereka.

4. Punya strategi untuk menjual produk
Ini erat kaitannya dengan poin nomor tiga. Setelah moms menentukan target market yang jelas untuk bisnis yang bakal digeluti, saatnya menciptakan strategi. Siap atau tidaknya Anda menjalankan usaha, salah satunya terlihat dari seberapa jitu strategi bisnis yang dibuat.

Banyaklah membaca, berdiskusi, browsing, atau kalau perlu ikutan pelatihan entrepreneurship. Sesuaikan juga dengan target market yang tadi sudah ditentukan ya. Sebab, beda target market, beda pula strategi bisnisnya.

5. Memilih sumber modal yang paling tepat


Usaha pasti membutuhkan modal, ini bisa jadi tantangan yang cukup dilematis untuk Anda. Pilihannya mengorbankan seluruh tabungan yang dimiliki atau lari ke bank untuk mengajukan fasilitas pinjaman.

Sumber modal usaha dari tabungan memang paling ideal. Dengan begitu, Anda tidak akan terbebani cicilan bank tiap bulan. Tapi bagaimana kalau tabungan tidak cukup untuk memodali bisnis? Belum lagi, riskan kalau semua tabungan dipakai untuk bisnis. Nanti kalau ada kebutuhan mendesak bagaimana?

Baiknya, tambal kekurangan modal usaha itu dari kredit tanpa agunan (KTA). Kenapa KTA? Karena produk pinjaman yang satu ini paling mudah dan simpel dalam hal pengajuan. Cukup serahkan syarat-syarat dokumen yang diminta, dan tanpa memberikan jaminan, dana bisa cair.

Carilah produk pinjaman KTA dengan bunga rendah dan yang paling sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Tidak mau membebani kepala keluarga juga kan?

6. Komitmen
Yang namanya komitmen itu tidak boleh absen saat diri sendiri sudah mengambil keputusan untuk jangka panjang. Termasuk ketika memutuskan untuk berbisnis dan jadi entrepreneur.

Kalau sudah mantap buka usaha, fokus kepada bisnis Anda. Jangan sampai di tengah jalan tiba-tiba bosan atau lalai mengurusnya. Bukan tidak mungkin tanpa komitmen yang kuat, Anda jadi terlalu santai dan tidak punya target.

 

 

Artikel Selanjutnya
Ditinggal Nikah Mantan, Haruskah Langsung Cari Pengganti?
Artikel Selanjutnya
Meski Mampu, Perlukah Borong Barang Bermerek?