Sukses

Idul Adha, Ketahui Mitos Daging Sapi yang Masih Dipercaya

Liputan6.com, Jakarta Daging sapi dan kambing menjadi santapan terpopuler pada Idul Adha. Jika akan menyantapnya, barangkali Anda masih memikirkan mitos-mitos yang sering terdengar di masyarakat soal daging merah.

Berapa di antaranya bisa jadi fakta, tetapi ada pula yang merupakan mitos. Untuk membedakan mitos dan fakta, yuk bedah hal-hal yang berkaitan dengan kehalalan daging sapi.

Melansir dari True Aussie Beef, JumatĀ (1/9/2017), berikut mitos daging sapi yang mungkin selama ini Anda percayai.

1. Mitos: Cairan yang keluar dari daging sapi adalah darah. Faktanya cairan yang keluar dari daging sapi itu adalah sari daging (juice).

2. Mitos: Memasak yang tidak well done dalam hal ini adalah medium rare atau medium adalah tidak halal. Faktanya, halal tidak ditentukan oleh cara memasak, melainkan dari proses sapi hidup.

3. Mitos: Daging sapi yang dimasak tidak well done mengandung bakteri. Faktanya, bakteri yang hidup hanya di permukaan daging sapi saja.

Saksikan juga video menarik berikut ini.

1 dari 2 halaman

Tips Menyimpan Daging

Daging sapi bisa dibeli dalam kondisi chilled ataupun beku. Chilled meat adalah daging segar yang didinginkan dan disimpan pada suhu antara minus 2 derajat celcius sampai 2 derajat celcius.

Sementara frozen meat adalah daging segar yang dibekukan dan disimpan pada suhu di bawah minus 15 derajat celcius. Setiap daging memiliki masa simpan tertentu di dalam lemari pendingin.

Jika ingin menyimpannya, Anda perlu mengetahui lama maksimum dari setiap jenis daging. Beda jenis daging, beda pula lama waktu penyimpanannya.

Artikel Selanjutnya
Ini Dampak Berlebihan Makan Daging
Artikel Selanjutnya
Sering Kembung Usai Makan Daging, Kenapa Ya?