Sukses

Pesona Cantik Danau Habema yang Berada di Atas Gunung

Liputan6.com, Wamena, Papua Danau Habema yang berada di atas gunung area Pegunungan Tengah, Papua menjadi salah satu objek cantik tempat berfoto. Keindahan Danau Habema, yang bernama asli Yuginopa ini masih alami.Untuk menuju Danau Habema tidaklah mudah.

Jalur menuju Danau Habema melalui jalan Trans Papua, yang baru diresmikan Presiden Jokowi pada Mei 2017 lalu. Liputan6.com bersama tim Wahana Visi Indonesia (WVI) berkesempatan berkunjung ke Danau Habema bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-72, dua minggu lalu.

Perjalanan kami lakukan dari kota Wamena menuju Danau Habema, yang memakan waktu lebih dari 3 jam menggunakan mobil. Kelokan curam, tebing tinggi, bukit, lembah, dan hutan menjadi pemandangan yang menemani selama perjalanan.

Jalur Trans Papua yang dilalui menuju Danau Habema masih berbatu. (Foto: Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono)

Tikungan yang berkelok-kelok semakin ke atas gunung membuat kami harus mematikan AC mobil. Hal ini demi tarikan mobil yang kuat. Kecepatan mobil juga melambat dikarenakan jalur Trans Papua masih berbatu dan berkerikil.

Danau yang terletak di ketinggian 3.225 mdpl ini sudah berada di luar Distrik Wamena. Jalanan yang beraspal hanya kami rasakan beberapa kilometer setelah keluar dari Distrik Wamena. Semakin jauh menuju ke danau, pemandangan kami disambut bebatuan yang besar dan tanah. 

Simak video menarik berikut ini:

1 dari 3 halaman

Zona merah pergerakan OPM

Ada juga beberapa aturan yang harus dipatuhi selama perjalanan menuju ke Danau  Habema. Hal ini dikarenakan jalur Trans Papua menuju Danau Habema termasuk zona merah pergerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM), walaupun batalion TNI berjaga di area Pegunungan Tengah.

Hingga saat ini masih ada pergerakan OPM di jalur Trans Papua, begitulah informasi yang kami peroleh. Aturan yang harus dipatuhi, seperti menghindari membawa atau menampilkan barang atau benda yang bernuansa Merah Putih. Bahkan bendera Merah Putih kecil sebagai aksesori sebaiknya disimpan terlebih dahulu.

Tidak diperbolehkan pula untuk meneriakkan kata, "Merdeka." Kami tidak menyadari terhadap aturan ini. Saking terbawa suasana meriah kemerdekaan RI, kami sempat berhenti sejenak lalu merekam video sederhana sambil menyanyikan lagu "Hari Merdeka (17 Agustus)."

Kata "Merdeka" pada lirik lagu, kami teriakkan dengan kencang dan semangat. Kami juga mengibar-ngibarkan bendera Merah Putih berukuran kecil. Mungkin hanya kami rombongan dengan tiga mobil yang melewati daerah tersebut, kami tidak malu-malu untuk bernyanyi.

Zona Trans Papua menuju Danau Habema termasuk zona merah Organisasi Papua Merdeka. (Foto: Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono)

Setelah selesai bernyanyi rupanya salah satu fotografer WVI langsung berkomentar dirinya merinding hingga kedua tangan gemetaran. Bukan karena kagum mendengar lagu yang kami nyanyikan, melainkan kata-kata 'Merdeka' dalam lirik nyanyian dan aksi kami yang mengibarkan bendera Merah Putih.

Kedua hal tersebut tidak boleh dilakukan karena bisa menimbulkan persepsi yang berbeda dan membahayakan nyawa. Tentunya, ini menyangkut keselamatan hidup.

2 dari 3 halaman

Di kelilingi rawa

Jika biasanya kita berkunjung ke danau bisa mendekati tepi danau atau setidaknya berada beberapa meter dari danau. Kami hanya menikmati danau cukup jauh dan tidak berada terlalu dekat dengan danau.

"Tidak bisa turun ke bawah (dekat danau), ya biasanya pengunjung hanya di sini saja berhentinya. Itu di sekelilingnya rawa," ucap salah satu rekan WVI, yang menjadi pemandu kami.

Tak dipungkiri, rawa asli dan belum tersentuh tangan manusia melingkupi area Danau Habema. Rawa dilengkapi semak belukar menjadi pesona tersendiri. Seluruh alam Pegunungan Tengah menjadi latar belakang pemandangan indah.

Sayangnya, kami kurang mendapatkan momen yang cocok untuk memotret Danau Habema. Langit tengah berawan. Jika langit cerah, maka pantulan langit berwarna biru bisa disaksikan.

Boleh makan sambil menikmati keindahan Danau Habema tapi jangan buang sampah sembarangan. (Foto: Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono)

Jika Anda ingin berkunjung ke Danau Habema, jangan lupa membawa jaket atau sweater yang tebal. Suhu di Danau Habema bisa mencapai diperkirakan kurang dari 15 derajat Celcius pada siang hari.

Walaupun suasana terik, suhu dan angin yang berhembus sangat dingin. Bahkan suhu di malam hari bisa mencapai 8 derajat Celcius.

Jika ingin makan dan minum sambil menikmati pemandangan Danau Habema juga bisa dilakukan. Syaratnya, tidak boleh buang sampah sembarangan. Karena tidak ada tong sampah, Anda bisa memasukkan sampah ke dalam kantung plastik dan ditaruh dulu di dalam mobil.

Artikel Selanjutnya
Bukit Seroja Wonosobo, Wisata Alam Cantik yang Bikin Melongo
Artikel Selanjutnya
7 Wisata Alam Eksotis yang Paling Instagenic di Makassar