Sukses

Cara Akali Pengeluaran Saat Kerabat Tinggal di Rumah

Liputan6.com, Jakarta Ada kalanya kerabat dari kampung hijrah ke kota tempat kita tinggal untuk mengadu nasib. Memberi mereka tumpangan tempat tinggal adalah salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk meringankan bebannya.

Tapi sebagai sang empunya rumah, hubungan keluarga hendaknya tidak membuat rasa “tak enak” jadi alasan untuk tak disiplin soal pengeluaran rumah tangga. Memang mau tagihan tiap bulan jadi tak terkendali?

Bagi Anda yang “tidak enakan”, jangan patah arang dulu. Masih ada cara untuk meminimalisasi pengeluaran tanpa membuat hubungan dengan kerabat menjadi retak. Simak tips dan trik dari Duitpintar.com berikut ini. 

1. Gunakan listrik prabayar
Supaya penggunaan listrik jadi lebih terukur dan hemat, gunakan saja listrik prabayar. Cara kerjanya serupa pulsa prabayar. Beli saja misalnya Rp 300 ribu pulsa listrik atau yang biasa disebut token listrik.

Anggap saja selama sebulan, anggaran untuk kebutuhan listrik diharapkan tidak lebih dari nominal tersebut. Jadi penggunaannya pun bisa lebih diukur dibandingkan sistem pascabayar.

2. Jangan simpan semua stok makanan di dapur
Bukan bermaksud pelit atau pilih-pilih, tapi sah-sah saja menyimpan stok makanan secara bertahap di dapur. Misalnya untuk dua minggu pertama, simpan saja setengah dari stok makanan selama sebulan di lemari dapur. Setengahnya lagi simpan di dalam lemari yang ada di kamar.

Kalau sudah memasuki minggu ketiga, dan stok makanan di dapur sudah habis, barulah keluarkan sisa stok yang sebelumnya Anda simpan di kamar. Dengan begitu, konsumsi makanan menjadi lebih hemat dan terkontrol. Pengeluaran belanja bulanan pun tidak membengkak.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: 

1 dari 3 halaman

3. Buat tulisan-tulisan pengingat


Namanya juga manusia, tak lepas dari yang namanya lupa. Mengakali alasan “Oh iya, aku lupa gak matiin lampu dapur atau keran air” bisa disiasati dengan menempel tulisan-tulisan pengingat di sudut-sudut rumah.

Contohnya, Anda bisa tempel tulisan “Jangan lupa siram toilet dan matikan lampu setelah menggunakannya” di dinding kamar mandi.

Intinya semacam kind reminder saja, daripada harus mengomel atau berkali-kali mengingatkan. Mungkin nanti kerabat yang numpang malah bisa jadi risih dan tidak betah.

Tulisan-tulisan ini sebaiknya diletakkan di beberapa bagian rumah sebelum kerabat datang. Kenapa? Supaya menyiratkan bahwa itu adalah kebiasaan yang sudah berjalan bahkan sebelum mereka menumpang.

4. Lakukan pengecekan ulang setiap malam
Sebagai pemilik rumah yang menanggung semua pengeluaran rumah, mau tidak mau harus rela capek sedikit. Demi menghindari kesalahpahaman dan memastikan tidak ada pemborosan listrik, rajin lakukan pengecekan ulang tiap ingin beranjak tidur akan membantu menghemat pengeluaran Anda. 

2 dari 3 halaman

5. Libatkan dalam aktivitas bersama keluarga


Nah, kalau yang satu ini lebih kepada supaya semua anggota keluarga yang tinggal di dalam rumah bisa lebih intim dan punya rasa kebersamaan yang tinggi.

Terutama untuk kerabat yang menumpang, hal ini penting agar mereka memiliki perasaan memiliki rumah yang ditempati. Dengan hubungan yang dekat, kerabat akan berpikir ulang kalau ingin membebani.

Kegiatan bisa berupa apa saja, misalnya setiap malam duduk bareng makan bersama dan mengobrol tentang kegiatan seharian. Atau kalau masing-masing sibuk, usahakan seminggu sekali pergi jalan-jalan bareng, bisa ke mall, makan bareng di restoran, atau piknik.

Yang pasti, libatkan kerabat yang menumpang dalam kegiatan-kegiatan ini supaya mereka tidak merasa asing atau merasa dibedakan.

 

 

Artikel Selanjutnya
Ini Dia Mitos dan Fakta Seputar Rumah Tusuk Sate
Artikel Selanjutnya
Ini Gubuk Derita Mak Cacih yang Miring dan Hampir Roboh