Sukses

Pilihan Menyegarkan, Minum Bir Tanpa Khawatir Tambah Berat Badan

Liputan6.com, Jakarta Bir umumnya mengandung tinggi kalori membuat orang khawatir bertambah berat badan. Maklum saja, satu botol bir biasanya mengandung 150 hingga 200 kalori. Cukup besar, apalagi jika Anda meminumnya lebih dari satu botol.

Bagi Anda yang takut gemuk tetapi ingin menikmati bir tanpa khawatir, Heineken hadir dengan solusi Light Beer yang menyegarkan. Satu botol Heineken Light hanya mengandung 99 kalori.

"Kalorinya masih di bawah 100 kalori, lebih rendah dari bir biasa, dengan kadar alkohol yang lebih rendah yakni 3,3 persen," ujar Francis Aswin, Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Niaga, di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Heineken Light telah mengukuhkan anggapan bahwa bir rendah alkohol juga bisa memiliki rasa yang setara, karena Heineken Light menggunakan cascade hops, jenis hops yang digunakan oleh pembuat bir terbaik di seluruh dunia. Bahan inilah yang membuat bir Heineken Light memiliki rasa floral, fruity, dan fresh.

"Rasa Heineken Light yang segar, cocok banget untuk dikonsumsi saat bersantai atau berpergian terutama pas lagi bareng teman-teman," ujar selebgram Ellyse Sinsilia.

Saksikan juga video menarik berikut ini.

1 dari 2 halaman

Light beer

Sebagai merek global yang sudah ada sejak lebih dari 150 tahun yang lalu, Heineken selalu menawarkan pengalaman baru kepada konsumennya dalam menikmati bir.

Francis menjelaskan, dengan adanya Heineken Light, maka konsumen dapat memiliki alternatif waktu yang berbeda dalam menikmati bir. Berdasarkan riset yang dibuat oleh perusahaan riset independen TNS dengan lebih dari 1.000 responden pada tahun 2016, Heineken Light sangat cocok dinikmati saat konsumen sedang berkumpul selesai kerja dan saat berlibur di alam tropis. Gaya hidup yang sibuk membuat mereka memilih bir dengan kadar alkohol dan kalori yang lebih rendah, namun tidak ingin berkompromi dengan rasa.

Artikel Selanjutnya
5 Minuman Sehat yang Tak Kalah Segar dari Soda
Artikel Selanjutnya
Rutin Minum Air Kelapa Selama 2 Minggu, Ini Hasilnya