Sukses

Kiprah Pengusung Modest Wear ke NYFW yang Berakhir di Penjara

Liputan6.com, Jakarta Kiprah Anniesa Hasibuan di jagat fashion dunia harus terhenti. Bersama dengan suaminya, Anniesa Hasibuan kini mendekam di penjara lantaran mengemplang uang jemaah First Travel yang didirikannya.

Karier Anniesa Hasibuan di jagat fashion sendiri sebenarnya punya harapan terang. Setelah tampil di New York Fashion Week pada September 2016, Anniesa berhasil membangun imej sebagai desainer Tanah Air pertama yang mengusung modest wear (busana muslim) ke dunia internasional.

Teti, salah seorang dari Indonesia Fashion Galeri (IFG) yang menangani fashion show Anniesa Hasibuan di New York mengatakan, Anniesa bisa menampilkan rancangan baju modest wear yang baik ke dunia internasional. Selain itu, rancangannya bisa diterima pasar dan masyarakat global.

“ Dia punya konsep sebenarnya, mulai dari detail, inovasinya, desain wearable, yang membuat dia bisa diterima di pasar fashion global. Beberapa bahkan telah menjadi tren,” ucap Teti.

Lebih jauh Teti menjelaskan, jika orang-orang Indonesia mau mencari tahu lebih jauh melalui beragam video fashion show-nya, banyak koleksinya yang ternyata ditiru desainer lain.

“Intinya kalau sudah ikut fashion show internasional dan tidak ada kritik dari kritikus mode, asumsinya rancangan tersebut aman, diterima pasar global,” ucap Teti menambahkan.

Sebenarnya ada banyak tawaran kolaborasi dari desainer luar negeri kepada Anniesa Hasibuan. Beragam sponsor juga telah mengajukan kerja sama untuk membantu fashion show berikutnya. Namun diri Anniesa Hasibuan menolak dengan alasan ingin mengurus First Travel, perusahaan pemberangkatan umrah yang didirikan bersama suaminya.

“Ada banyak tawaran kerja sama sebenarnya. Tapi dia menolak, katanya mau konsen urus keberangkatan jemaah, jadi saya enggak mem-follow-up lagi,” ungkap Teti.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
8 Negara Lolos ke Piala Dunia 2018, Suriah Selangkah Lagi
Artikel Selanjutnya
Arab Saudi dan Korsel Lolos ke Piala Dunia 2018