Sukses

Lebih Ringan, Minum Bir Jadi Bisa Kapan Saja

Liputan6.com, Jakarta Minuman beralkohol mungkin biasa dinikmati orang pada malam hari. Untuk menyegarkan tubuh atau sekedar menemani waktu berkumpul bersama teman-teman.

Reaksi tubuh setelah minum minuman beralkohol biasanya berbeda dengan minuman lainnya. Sehingga minuman ini tidak terlalu fleksibel, misalnya cukup aneh jika diminum di waktu sarapan atau siang hari.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang) resmi meluncurkan Heineken Light di Indonesia. Bir ini memiliki kadar alkohol rendah 3,3 persen, dan kadar kalori rendah yakni 99 kalori, dengan rasa yang menyegarkan.

"Untuk terus berada di pangsa pasar premium, Heineken terus berinovasi, kami harus bisa memenuhi keinginan baru dari konsumen, yakni untuk dapat menikmati produk Heineken di occasion yang berbeda," kata Francis Aswin, Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Niaga, pada peluncuran Heineken Light, di Jakarta (23/8/2017).

Heineken Light memiliki standar kualitas rasa yang telah memenangkan World Beer Championship's Best Tasting Light Beer tiga kali berturut-turut dari tahun 2014-2016. Selain itu, Heineken Light juga telah meraih "gold winner" dari ajang penghargaan European Beer Star pada tahun 2015.

Heineken Light telah mengukuhkan anggapan bahwa bir rendah alkohol juga bisa memiliki rasa yang setara, karena Heineken Light menggunakan cascade hops, jenis hops yang digunakan oleh pembuat bir terbaik di seluruh dunia. Bahan inilah yang membuat Heineken Light memiliki rasa floral, fruity dan fresh.

Sebagai merek global yang sudah ada sejak lebih dari 150 tahun yang lalu, Heineken selalu menawarkan pengalaman baru kepada konsumennya dalam menikmati bir.

Francis menjelaskan, dengan adanya Heineken Light, maka konsumen dapat memiliki alternatif waktu yang berbeda dalam menikmati bir. Berdasarkan riset yang dibuat oleh perusahaan riset independen TNS dengan lebih dari 1.000 responden pada tahun 2016, Heineken Light sangat cocok dinikmati saat konsumen sedang berkumpul selesai kerja dan saat berlibur di alam tropis. Gaya hidup yang sibuk membuat mereka memilih bir dengan kadar alkohol dan kalori yang lebih rendah, namun tidak ingin berkompromi dengan rasa.

Simak juga video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Meski Mampu, Perlukah Borong Barang Bermerek?
Artikel Selanjutnya
Bukan Hemat, Ini Tandanya Jika Anda Seorang yang Pelit