Sukses

Doris Dorothea, Tas Kulit Indonesia yang Terkenal di Luar Negeri

Liputan6.com, Jakarta Mengawali sebagai perusahaan produsen dan distributor kulit reptil sejak 1985, Cardina menjadi perusahaan besar yang mengimpor kulit asli Indonesia kepada brand tas di luar negeri. Peminat tas kulit di dunia semakin besar, sehingga membuat pasangan suami istri Riza Assegaf dan Fara Shahab, sebagai generasi kedua dari Cardina memutuskan untuk membuat sendiri merek tas kulit dengan nama Doris Dorothea.

"Kita punya kualitas kulit yang baik, bahkan diminati brand tas besar di luar negeri. Melihat ini kami tidak bisa diam saja akhirnya kita bikin brand sendiri dengan kulit berkualitas internasional," kata Fara Shahab ditemui di Grand Mahakam, Selasa (21/8/2017).

Doris Dorothea hadir sebagai exotic leather yang hadir untuk mempromosikan kekayaan Indonesia. Dibuat dengan tangan-tangan pengrajin Indonesia yang piawai dan tradisional, produk ini dipasarkan terlebih dahulu di luar negeri seperti Timur Tengah dan Eropa.

Pada tahun 2014, Doris Dorothea akhirnya masuk pasar Timur Tengah dengan memulai debutnya di Dubai. Hingga saat ini, brand lokal ini telah dijual di berbagai pusat perbelanjaan besar di Dubai, Turki, Oman, dan Eropa. 

Nama Doris Dorothea juga dikenal di luar negeri dengan hadir sebagai aksesori yang melengkapi penampilan desainer dalam panggung mode. Brand tas kulit ini juga bermitra dengan sederet butik dan brand besar yang membuat tidak ada yang menyangka brand tas kulit ini berasal dari tanah air.

Strategi untuk Diminati di Tanah Air

"Kami memilih untuk memasarkan produk di luar negeri karena pasar di luar sangat tinggi. Setelah dikenal di luar negeri biasanya masyarakat Indonesia baru mau membeli produk kita," kata Fara.

Memiliki nama yang dikenal di luar negeri diakui Fara menjadi salah satu cara mempromosikan produk Indonesia. Selain itu pemilihan material yang berkualitas dan mengikuti pekan mode. Seperti yang saat ini akan diadakan, New York Fashion Week.

Keikutsertaan Doris Dorothea memberikan dukungan kepada lima desainer Indonesia yang akan memamerkan karya mereka di panggung pekan mode akbar dunia ini, seperti Barli Asmara, Dian Pelangi, dan Vivi Zubedi. Hal ini akan menjadi langkah Doris Dorothea semakin dikenal dan mendapatkan pasar di Amerika. 

"Ini menjadi momen yang tepat untuk kita expand ke pasar Amerika. Dengan mengikuti New York Fashion Week menjadi peluang Doris Dorothea sebagai brand tas kulit asal Indonesia yang dikenal dunia," kata Fara.

Pada gelaran pekan Mode New York Fashion Week First Stage ini, Doris Dorothea akan menampilkan koleksi bertajuk Polymorph yang diambil dari terminologi Yunani yang memiliki arti objek yang memiliki banyak bentuk.

Pemilihan warna pun lebih mengarah ke metalik dan gold yang memberikan kesan mewah. Aksen glamor juga diberikan dengan tambahan bebatuan yang ditempelkan sempurna pada tas kulit dengan teknik terbaik untuk menyesuaikan penampilan para desainer tanah air.