Sukses

Jangan Sentuh Karya Seni di Galeri Nasional, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta Galeri Nasional Indonesia di Jalan Medan Merdeka Timur No 14, Gambir, Jakarta Pusat, menjadi salah satu destinasi Tur Edukasi Raimuna Nasional XI. Ratusan Pramuka dari berbagai daerah turut serta dalam tur tersebut, Jumat (18/8/2017).

Di pintu masuk, terdapat beberapa peraturan tertulis yang harus dipatuhi para pengunjung. Di antaranya larangan untuk menyentuh benda atau karya di Galeri Nasional. Salah seorang peserta bertanya, “Pak, mengapa kita tidak boleh menyentuh karya disini?”

Zamrud Setia Negara, Ketua Pameran dan Kemitraan Galeri Nasional Indonesia dengan sigap menjelaskan, alasan dilarangnya pengunjung menyentuh karya dan lukisan karena akan menyebabkan kerusakan atau karat atau korosi.

“Perlu diketahui, telapak tangan kita ini mengandung lemak dan keringat. Seperti halnya ketika telapak tangan menyentuh layar ponsel, kemudian terdapat bekas di layar itu. Begitu pula jika kita menyentuh lukisan dan kanvas, pasti dalam hitungan hari, bulan, dan tahun akan timbul korosi yang bersifat merusak,” jelasnya.

Artinya, lanjut Zamrud, saat kita menyentuh sembarangan sebuah karya, kita telah merenggut kesempatan generasi berikutnya untuk melihat karya tersebut. Sebuah karya yang sudah rusak akan sangat sulit dipulihkan kembali.

Peraturan lain yang seringkali ditanyakan oleh pengunjung adalah larangan memotret menggunakan lampu sorot (flash/blitz). Selain dapat mengganggu pengunjung, lampu sorot juga dapat mempercepat penguningan pigmen warna pada suatu karya seni lukis. Hal tersebut tentunya dapat mengurangi keindahan lukisan dari segi warna.

Peraturan lainnya adalah larangan untuk memotret menggunakan kamera DSLR. Menurut Zamrud, daya tangkap kamera DSLR yang notabene beresolusi tinggi dapat menghasilkan gambar yang sangat akurat, sehingga mudah untuk ditiru, dicetak ulang, atau disalahgunakan.

“Kami menghindari adanya penyalahgunaan atas hasil foto yang saat ini sudah sangat akurat dan detail. Karena seluruh karya di sini adalah karya koleksi Negara yang harus kita jaga bersama. Agar kelak anak cucu kita dapat turut melihat karya luar biasa ini di masa depan,” pungkasnya.

Selain Galeri Nasional, destinasi Tur Edukasi Raimuna Nasional hari ketiga adalah Taman Mini Indonesia Indah, Museum Nasional Indonesia, dan Monumen Nasional.

Simak juga video menarik berikut ini:

 

Artikel Selanjutnya
Indonesia Siap Tebar Pesona di Europalia Arts Festival 2017
Artikel Selanjutnya
Mari Tertawa Bareng Longser Agustusan Lain Septemberan di Braga