Sukses

Modena Hadirkan Cara Unik Menikmati Seni di Dapur

Liputan6.com, Jakarta Karya seni patut diapresiasi. Kedekatan dengan seni dapat membuat seseorang lebih mengapreasiasi keindahan. Namun, tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menikmati karya seni setiap hari. Berbeda cerita ketika karya seni hadir di benda-benda fungsional sehari-hari.

Modena menghadirkan sebuah proyek unik dan menarik melalui kerja sama dengan tiga artis kenamaan Indonesia. Pada tahun ini, Modena mengeluarkan Masterpiece Retrofridge, yakni lemari pendingin seri Retro yang dijelma menjadi deretan karya seni koleksi terbatas.

Direktur Modena Indonesia Robert Widjaja mengatakan, keindahan desain adalah salah satu kekuatan Modena. Padanan antara kekuatan desain pada produk berkualitas dengan imbuhan karya seni membawa lemari pendingin Retro memiliki nilai tambah daripada perangkat fungsional.

"Kepekaan terhadap sebu dapat diasah melalui karya yang diimbuhkan pada perangkat yang dekat dengan keseharian. Melalui Masterpiece Retrofridge yang dilukis tangan oleh para seniman Indonesia, masyarakat tidak hanya didorong untuk memberikan apresiasi lebih tinggi terhadap karya seni, tetapi juga seniman di baliknya," ujar Robert di Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Masterpiece Retrofridge terdiri atas tiga buah karya seniman dari tiga budaya berbeda. Melalui tangan terampil dari Hendra Harsono, Radi Arwinda, dan Kemal Ezedine, lemari pendingin Retro Modena pun diubah menjadi kanvas lukis sebagai wahana ekspresi dan seni.

Tiga karya yang sangat berbeda, tetapi merupakan masterpiece untuk lemari pendingin Retro. Misalnya Hendra Harsono yang mengekspresikan seni melalui karakter-karakter anomali yang menghadirkan aura menyenangkan.

Radi Arwinda menampilkan karya bertajuk Kulakineko yang terinspirasi dari kucing pembawa keberuntungan. Dengan jenis karya yang unik dan lucu, ia berharap keberuntungan akan diawetkan dengan lemari pendingin yang memang berfungsi untuk mengawetkan.

Kemal Ezedine bereksperimen dengan tiga jenis garis, yakni garis yang lebih tebal, medium, dan tipis dalam karya seni di atas lemari pendingin Retro berwarna merah. Karya seni bertajuk Dedication itu mengambil inspirasi dari Wayang Kamasan.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
Unik, Memasak dengan Teknik Origami yang Tak Biasa
Artikel Selanjutnya
5 Hotel Keren di Seoul yang Sukses Bikin Geleng-Geleng Kepala