Sukses

Serunya Hobi Mengoleksi Kereta Api dalam Bentuk Mini

Liputan6.com, Jakarta Menyaksikan miniatur kereta api yang berjalan melintasi diorama mampu mendatangkan kesenangan tersendiri. Kesenangan inilah yang kemudian diubah menjadi hobi oleh Ade, anggota Forum Kereta Miniatur (FKM), salah satu komunitas pencinta miniatur kereta api di Indonesia.

Ditemui Liputan6.com di Jakarta Convention Centre beberapa waktu lalu, Ade mengatakan, bukan hanya mendatangkan kesenangan, hobi mengoleksi miniatur kereta api ternyata juga bisa mendatangkan uang. Selain diundang dalam berbagai kegiatan perkeretaapian, dari hobi unik ini dirinya bisa mendapatkan uang dari jual-beli komponen, sparepart, hingga pembuatan diorama.

Namun demikian dirinya mengatakan, hobi ini bisa menjadi sangat mahal jika seseorang tidak memiliki kesan tersendiri pada kereta api. Pasalnya, satu gerbong kereta api dijual dengan harga mencapai Rp 3 juta.

Dummy-nya saja Rp 290 ribu satu gerbong itu buatan lokal. Kalau yang ada mesin dan bisa jalan itu bisa sampai Rp 3 juta, itu paling minim ya. Mini diorama itu sekitar Rp 700 ribu. Cuma ada rel saja, ukuran satu setengah meter. Kalau diorama utuh, dengan bangunan, pepohonan, orang, sampai stasiun itu bisa sampai puluhan juta lah,” kata Ade.

Menurut Ade, produksi miniatur kereta buatan Indonesia makin baik dari segi kualitas jika dibandingkan dengan produk luar negeri. Namun demikian, produk miniatur kereta lokal masih belum dilengkapi dengan mesin, sehingga mesin harus diimpor dari luar negeri.

“Produk miniatur kereta paling bagus masih Amerika, China, beberapa negara Eropa juga. Kalau miniatur lokalan secara detail sudah bagus, detailnya dibuat sudah pakai laser cutting, cuma mesinnya saja yang belum ada, masih impor,” ungkap Ade.



Yang menarik dari hobi ini adalah ternyata Anda tidak hanya mengoleksi kereta saja, tapi juga mengenal beragam komponen penting pada kereta api dalam bentuk miniatur, mulai dari klakson kereta, lampu kereta, steam atau asap kereta, komponen perpindahan rel, hingga bentuk stasiun yang mirip dengan aslinya.

Bukan hanya sekadar kumpul dan menghabiskan uang, dari hobi ini Ade bersama komunitasnya yang bermarkas di Depok juga ingin mengkampanyekan nikmatnya naik kereta. Dirinya mengharapkan, makin banyak gerbong kereta, makin banyak rute kereta di Indonesia, dan makin banyak orang Indonesia yang mencintai kereta.

“Kereta itu angkutan masal, seharusnya bisa jadi pencegah macet,” ungkap Ade menambahkan.

Simak juga video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Naik Kereta di Jepang, Uya Kuya Malah Diledek
Artikel Selanjutnya
Bus Turis Atap Terbuka, Bintang Area Komersial